Bangun Dua KEK Pariwisata di Jabar Butuh Dana Rp 8 Triliun

Oleh Merdeka.com pada 21 Agu 2018, 21:10 WIB
Diperbarui 21 Agu 2018, 21:10 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/Fiki Ariyanti)
Perbesar
Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/Fiki Ariyanti)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, saat ini pemerintah berencana membangun dua kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata atau KEK Pariwisata di Cikidang dan Pangandaran, Jawa barat. Anggaran yang diperkirakan digelontorkan sebesar Rp 8 triliun.

"Kami mengusulkan dua kawasan ekonomi khusus pariwisata. Satu di Sukabumi (Cikidang). Satu di Pangandaran. Kalau untuk yang Cikidang itu kira-kira Rp 3 triliun. Kalau Pangandaran lebih besar, total Rp 5 triliun. Jadi Rp 8 triliun," kata dia saat ditemui, di Kemenko Maritim, Selasa (21/8/2018).

Dia mengharapkan, ada dua KEK pariwisata ini akan bisa menggunakan pengembangan pariwisata di Jawa Barat bagian Selatan.

"Kalau untuk Pangandaran pasti untuk wisata bahari. Kalau untuk yang sukabumi itu adalah agrowisata," kata Arief.

Menurut Arief, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan maupun Kementerian PUPR, terkait akses menuju kedua KEK tersebut.

"Tadi sudah dibahas dengan PUPR, Kemenhub termasuk kemungkinan pengembangan bandara di sukabumi. Jadi jangan khawatir, kalau aksesnya tidak ada pasti Kemenpar tidak akan mengusulkan untuk dibangun KEK di sana," ujar dia.

Rencana pembangunan KEK pariwisata ini, kata Arief masih harus diajukan dan kepada Kemenko Perekonomian. Jika proses pengajuan berjalan mulus, maka pengembangan sudah dapat dijalankan di awal 2019.

"Tahun ini kami harapkan kedua KEK itu sudah disetujui oleh Kemenko Perekonomian. Begitu oke, tahun 2019 kami bisa memulai untuk pengembangan di KEK," tutur dia.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Genjot Wisata, Jalan Menuju Tanjung Lesung Diperbaiki

Setelah Dive Center, Kini Ada Marina di Tanjung Lesung
Perbesar
Wisata bahari Tanjung Lesung bakal semakin dilirik wisatawan mancanegara dengan kehadiran marina.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung, antara lain dengan pemeliharaan dan peningkatan jalan akses dari Citeureup, Pandeglang Banten menuju Tanjung Lesung.

Membaiknya kondisi jalan nasional telah menjadi faktor utama meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung, Banten.

"Berjarak 170 km dari Ibukota Jakarta, Tanjung Lesung dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 2,5 – 3 jam,"‎kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja, di Jakarta, Minggu 29 Juli 2018.

Kementerian PUPR ‎Pun melakukan pemeliharaan dan peningkatan akses jalan, sepanjang 6,1 km serta pemeliharaan Jembatan Ciliman dan Citeureup, untuk meningkatkan kemudahan akses ke Tanjun Lesung.‎‎

Selain itu, Kementerian PUPR juga tengah membangun Pengaman  Pantai Jongor, Caringin dan Kemuning di Kabupaten Pandeglang dengan panjang sekitar 7,2 km yang ditargetkan selesai tahun 2019.

Kementerian PUPR juga mengembangkan potensi wisata berbasis pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan, dengan mendorong kerajinan Batik Cikadu dan perkebunan salak untuk mendukung KSPN Tanjung Lesung.

"Batik Cikadu dan agrowisata salak purus terus didorong dengan pengembangan Kampung Wisata Cikadu, agar bisa menjadi destinasi wisata baru di KSPN Tanjung Lesung," tandasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓