Pembebasan Lahan TOD Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditarget Kelar September

Oleh Merdeka.com pada 18 Agu 2018, 17:31 WIB
Diperbarui 20 Agu 2018, 17:13 WIB
Ilustrasi Kereta Cepat

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah terus mengebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proses pembebasan lahan khusus untuk kawasan TOD (Transit Oriented Development) ditargetkan selesai September tahun ini.

Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan saat ini yang sudah selesai adalah pembebasan lahan untuk pembangunan trase kereta cepat.

"Cuma sekarang TOD-nya karena kan penting. Kan TOD kan stasiunnya. Ada stasiun yang sudah ada yang masih kita selesaikan. Kita harapkan September ini selesai semua," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

"Pembebasan lahan sudah selesai untuk trase, tapi yang sekarang kita selesaikan adalah pembebasan lahan untuk TOD-nya, tapi untuk trase jalurnya itu sudah Alhamdulillah selesai," lanjut dia.

Dia mengatakan pembangunan struktur terowongan sedang dijalankan pada proyek yang digarap Konsorsium Indonesia-China lewat PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini.

"Sekarang pembangunan sudah kebanyakan struktur untuk terowongan. Karena terowongan itu cukup banyak dan terowongan itu konstruksinya jauh lebih sulit," jelasnya.

Dana untuk membiayai proyek tersebut pun sudah mulai dikucurkan sehingga pembangunan dapat terus berjalan.

"Sudah mulai cair kan prosesnya jalan terus. Kalau tidak salah sekarang mungkin hampir USD 300 juta. Saya tidak hafal, tapi setahu saya sampai akhir tahun kira kira USD 1,7 miliar," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

 

* Update Terkini Asian Games 2018. Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini

2 of 2

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Rampung Akhir Tahun Ini

Ilustrasi Kereta Cepat
Ilustrasi Kereta Cepat . (AFP Photo)

Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan pembebasan lahan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan selesai tahun ini. Proyek ini membutuhkan lahan sepanjang 143 km membentang dari Halim Perdanakusuma di Jakarta ke Walini, Bandung Barat.

Rini mengaku saat ini proses pembebasan lahan sudah mencapai 60 persen. "Harus tahun ini selesai, kalau mau cepat selesai harus selesai semua lahannya tahun ini," kata dia di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (3/7/2018).

Dengan begitu, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan memulai pembangunan konstruksi pada 2019. Masa konstruksi akan dikerjakan sesuai kontrak, yaitu selama 36 bulan.

Rini mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan apakah pada 2021 proyek tersebut akan selesai atau tidak.

Dia percaya kredibilitas China dalam membangun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini. "Kalau kita lihat sekarang yang kerja kan siapa, kontraktor yang sudah biasa dikerjakan di China, biasa mengerjakan ini. Kita harus pasti optimis dong kecuali kalau yang baru belajar oke, tapi ini udah pengalaman di sana. apa yg kita ragukan," jelas dia.

Sampai saat ini, perkembangan pembangunan kereta cepat baru mencapai 5 persen. Sedikit kendala pembangunan dalam beberapa minggu ini karena memasuki musim Lebaran, dimana kendaraan berat tidak boleh beroperasi.

 

Lanjutkan Membaca ↓