Jokowi Janji Buka Balai Latihan Kerja di Pesantren

Oleh Tommy Kurnia pada 16 Agu 2018, 12:31 WIB
Diperbarui 16 Agu 2018, 12:31 WIB
Jokowi Hadiri Haul Majemuk Masyayikh di Situbondo

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk berinvestasi pada manusia dan tidak hanya berfokus pada sumber daya alam (SDA) semata.

Dalam rangka meningkatkan kualitas manusia Indonesia, pemerintahan Jokowi turut fokus pada pendidikan vokasi dan pondok pesantren. Ia berjanji membuka Balai Latihan Kerja pondok pesantren untuk meningkatkan keahlian peserta didik.

"Pemerintah juga akan membuka Balai Latihan Kerja di berbagai Pondok Pesantren sebagai bagian peningkatan keahlian SDM Indonesia," ujar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Kamis (16/8/2018).

Jokowi menilai, lembaga-lembaga keagamaan memiliki peran dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pengembangan itu tidak hanya dari segi intelektual, tetapi juga akhlak. 

"Pemerintah memberikanpenghargaan yang tinggi atas peran penting lembaga-lembaga keagamaan dalam pembentukan karakter bangsa, seperti Pondok Pesantren, Dayah, Mualimin-Mualimat, Seminari, Pasraman, dan Vihara," kata dia.

Disampaikan olehnya, lembaga-lembaga tersebut penting untuk menghadang arus intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Jokowi pun menambahkan agar Indonesia tidak gentar menghadapi Revolusi Industri 4.0. Ia meminta agar rakyat bersikap optimis pada kemampuan negara.

"Kita justru harus optimis dan yakin bahwa modal sosial dan energi kebangsaan kita kuat untuk melompat ke depan," ujar Jokowi.

2 dari 2 halaman

Jokowi: Bukan Hanya Fisik, Pembangunan Infrastruktur untuk Peradaban

Skema Pembiayaan Inovatif Dorong Pembangunan Infrastruktur
Infrastruktur menjadi fokus Pemerintahan Jokowi-JK saat ini. Hal itu tercermin melalui jumlah anggaran pembangunan infrastruktur pada (APBN)

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa banyak orang salah kaprah ketika membahas infrastruktur. Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur dikira hanya urusan fisik semata. Padahal, implikasi pembangunan sangat luas. Tak hanya bangunan dan jalan yang dibuat, tapi lewat pembangunan tersebut maka peradaban akan turut terbangun.

Dalam pidatonya pada sidang tahunan MPR pada Kamis (16/8/2018), Presiden Jokowi menyebut pembangunan seperti moda transportasi tidak sekadar fisik, tapi bisa memberi dampak ke kehidupan rakyat.

"Dalam hal ini, banyak yang masih salah pengertian bahwa ketika kita membangun infrastruktur fisik seperti jalan tol, bandara, dan juga MRT, LRT, dilihat hanya dari sisi fisiknya saja. Padahal sesungguhnya, kita sedang membangun peradaban, membangun konektivitas budaya, membangun infrastruktur budaya baru," jelas Jokowi.

Jokowi menjelaskan, lewat infrastruktur maka konektivitas akan meningkat. Alhasil, tidak hanya perekonomian yang makin terintegrasi, tetapi hubungan budaya di Indonesia bisa makin erat.

"Pembangunan infrastruktur fisik harus dilihat sebagai cara untuk mempersatukan kita, mempercepat konektivitas budaya yang bisa mempertemukan berbagai budaya yang berbeda di seluruh Nusantara," ucapnya.

Jokowi berharap, orang Aceh bisa mudah terhubung dengan orang Papua, orang Rote bisa terhubung dengan saudara-saudara kita di Miangas. "Sehingga bisa semakin merasakan bahwa kita satu bangsa, satu tanah air," tegasnya.

Jokowi juga berjanji akan terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk memajukan Indonesia, dan tidak hanya terfokus pada sumber daya alam (SDA) saja.

"Selama ini, kita sering bicara tentang kekayaan sumber daya alam, tapi kita seakan lupa bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk sumber daya manusia. Inilah sesungguhnya modal terbesar dan terkuat yang harus kita miliki," jelas Jokowi.

Jokowi berkomitmen terus berinvestasi dalam manusia Indonesia. "Karena itu, membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan, untuk melapangkan jalan menuju Indonesia maju."

Lanjutkan Membaca ↓