Seorang Petugas Rumah Sakit Dipecat karena Rasis

Oleh Tommy Kurnia pada 17 Agu 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2018, 20:13 WIB
Ilustrasi lorong rumah sakit

Liputan6.com, Jackson - Sebuah kasus karier tersandung kasus rasisme kembali muncul di pemberitaan. Kali ini, seorang pegawai rumah sakit di Mississipi Medical Center dipecat karena ucapan rasisnya.

Tingkah laku pegawai departemen radiologi bernama Kyle Thomas terekam kamera saat ia adu mulut dengan wanita kulit hitam Keaundrea Wardlaw. Perdebatan terjadi di toko donat tempat Wardlaw bekerja.

Dilansir dari New York Post, Wardlaw menyebut Thomas kurang puas atas layanan di toko. "Shut your f-ing mouth!" ujar Thomas di awal video. Wardlaw langsung tidak terima dan menyebut Thomas sebagai anak jalang.

Sebelum keluar dari toko, Thomas berkali-kali memanggil Wardlaw dengan kata 'n'. Wardlaw menyuruh Thomas mengulang ucapannya, dan pria itu malah berkali-kali mengulangnya.

Pihak RS pun langsung bereaksi dan memecat Thomas atas ujaran rasis itu. ""Kami ingin pasien, pegawai, dokter, dan masyarakat kita tahu bahwa kami menganggap bahasa yang dipakai di video ini sepenuhnya tak bisa diterima dan tidak konsisten dengan apa yang kami harapkan dari pegawai atau siapapun yang terkait dengan organisasi kita," tulis pernyataan resmi rumah sakit. 

Thomas menulis di Facebook bahwa ia mengaku menyesali setiap ucapan bernuansa rasis yang terlanjur ia lontarkan. Dia juga menyebut sudah kembali ke toko dan meminta maaf, namun Wardlaw sudah pergi.

Wardlaw berkata Thomas hanya meminta maaf pada manajer, tapi tidak padanya. Akan tetapi, wanita itu mengaku siap menerima permintaan maaf dari Thomas dan ia juga tidak berharap pria itu dipecat.

2 of 2

Berkomentar Rasis, Miliarder Ini Mundur dari Perusahaan yang Ia Bangun

Papa John's Pizza
Papa John's Pizza. Dok: Papa John's Pizza

Sebelumnya, miliarder John Schnatter harus rela angkat kaki dari Papa John's Pizza yang ia bangun 33 tahun silam. Keputusan pahit tersebut harus ditelannya setelah ia dilaporkan berkata rasis di telepon.

Dilansir dari Forbes, Schnatter saat itu berbincang di telepon dengan agensi pemasaran Laundry Service pada Mei lalu. Percakapan telepon tersebut sebetulnya adalah latihan agar ia lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan.

Yang terjadi malah Schnatter mengatakan hal bernuansa rasis terkait masyarakat kulit hitam. Walaupun Schnatter tampaknya tak bermaksud rasis, tetapi orang-orang yang mendengar ucapannya mengakui ucapan si miliarder begitu kasar.

"Kolonel Sanders (pendiri KFC) memanggil orang kulit hitam n****- ," ujar Schnatter sebelum menyatakan Sanders tak pernah dikecam publik karena ucapannya.

Mendengar pernyataan rasis dari sang miliarder, pemilik Laundry Service langsung memutuskan kontrak dengan Papa John's.

Buntut dari perkara ini adalah Schnatter mundur dari posisinya sebagai Chairman of the Board. Ia pun tidak mengelak pernah mengatakan hal rasis serta memberikan pernyataan maaf.

"Laporan berita perihal penggunaan bahasa tidak pantas dan menyakitkan mengenai ras selama sesi latihan adalah benar adanya. Apapun konteksnya, saya minta maaf. Secara sederhana, rasisme tak punya tempat di masyarakat kita," ujar dia dalam email.

Saat ini Papa John's Pizza dipimpin oleh Olivia Kirtley, dan Chairman baru akan dipilih dalam beberapa minggu mendatang.

Sekadar informasi, Schnatter meraih status miliarder dengan kekayaan sebesar USD 1 miliar. Ia adalah sosok sentral di Papa John's, bahkan ia muncul di logo perusahaan.

Lanjutkan Membaca ↓