Genjot Pertumbuhan Daerah, Menteri Rini Resmikan BTS Tenaga Surya di Pulau Rote

Oleh Bawono Yadika pada 13 Agu 2018, 19:31 WIB
(Foto:Liputan6.com/Bawono Y)

Liputan6.com, Rote Ndao - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terluar yang terletak di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (13/8/2018).

BTS yang dibangun tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Surya Energi Indotama (SEI), anak usaha PT Len Industri (Persero). 

"Ini pertama kali saya datang ke Pulau Rote sebagaimana Pak Presiden selalu mengamanatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi kita harus berpikir bahwa Rote ini adalah daerah terdepan Indonesia bukan terluar, kita harus tingkatkan pertumbuhan ekonomi karena ini jendela pertama bagi Indonesia," tutur dia di Pulau Rote, NTT Senin pekan ini.

Rini Soemarno menambahkan, keberadaan BTS mampu mempercepat aliran informasi jika terjadi kondisi musibah atau bencana.

Dengan kondisi pulau Rote yang berada di wilayah paling selatan Indonesia, BTS akan sangat membantu masyarakat sekitar.

"Saya ucapkan selamat atas peresmian BTS di Pulau Rote ini. Sebuah kebanggaan bagi kita semua, PT Len sebagai BUMN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana telekomunikasi di daerah terdepan," ujar dia.

 

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Emosi Ditagih Utang, Pria Bunuh Rekan Sendiri

Tutup Video
2 of 2

Investasi PLTS Jadi Terobosan Baru bagi Len

(Foto: Liputan6.com/Bawono Y)
Menteri BUMN Rini Soemarno resmikan BTS tenaga surya untuk sistem telekomunikasi pulau terluar di Pulau Rote, NTT (Foto:Liputan6.com/Bawono Y)

Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin mengatakan, perseroan telah investasi peralatan pada PLTS dan tower yang kemudian disewakan kepada operator telekomunikasi. 

PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat Telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

PT Surya Energi Indotama telah membangun perangkat serupa di 320 lokasi sepanjang 2016-2018. Tujuh di antaranya dibangun pada 2018.  Pada 2018, perseroan telah melakukan investasi di 59 lokasi lainnya.

"Di tengah persaingan bisnis energi yang begitu ketat di Indonesia, khususnya tenaga surya, investasi PLTS bagi Len merupakan terobosan baru melalui dukungan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam memajukan daerah-daerah 3T," kata Zakky.

 

Lanjutkan Membaca ↓