Mau Belajar di Luar Negeri? Coba 5 Program Pertukaran Pelajar Ini

Oleh Fitriana Monica Sari pada 13 Agu 2018, 07:20 WIB
Diperbarui 13 Agu 2018, 07:20 WIB
Ilustrasi kegiatan belajar
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Hampir semua orang ingin belajar di luar negeri. Terutama, bila mendapatkan tawaran untuk belajar dan tinggal di luar negeri. Akan tetapi, sekuat apa pun keinginan hati, tentu juga harus menyesuaikan dengan yang cocok serta memenuhi syarat.

Saat ini, terdapat banyak program belajar di luar negeri. Salah satu kesempatan itu adalah melalui pertukaran pelajar. Program ini berbeda-beda, mulai dari jenis, syarat, manfaat, hingga ketentuan selama proses pertukaran pelajar berlangsung. Karena itu, ada baiknya Anda memilih program yang memang sesuai dengan minat serta syaratnya.

Berikut adalah berbagai pilihan program pertukaran pelajar serta syarat yang bisa Anda pertimbangkan, seperti dikutip dari Swara Tunaiku.

1. The Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth (JENESYS)

Pemerintah Jepang secara inisiatif memulai program JENESYS untuk membangun solidaritas yang kukuh antara negara-negara di Asia. Dalam program ini, sekitar 30-20 siswa akan tinggal di Jepang. Peserta program kemudian akan mengikuti program umum di Tokyo. Secara umum, program ini berkaitan dengan kunjungan rumah tinggal dan kunjungan sekolah.

Untuk mengikuti program ini, Anda harus berusia 18-30 tahun, serta masih menempuh studi S1 atau S2 di jurusan yang berhubungan dengan program JENESYS. Selain itu, Anda juga wajib berbadan sehat, mampu berbahasa Inggris lisan maupun tulisan, serta memiliki paspor yang masih berlaku.

2 dari 5 halaman

2. Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP) Negara-negara ASEAN

Pelajar dan Mahasiswa Manila Gelar Tarian Massal di Hari Valentine-AP Photo-20170214
Perbesar
Pelajar dan Mahasiswa membentuk simbol cinta saat merayakan Hari Valentine dengan menggelar tari massal bertajuk "One Billion Rising" di Manila, Filipina, Selasa (14/2). (AP Photo / Bullit Marquez)

Program ini memiliki tujuan untuk mendekatkan persahabatan di antara 10 negara Asia Tenggara dan Jepang. Program ini terdiri dari forum diskusi yang memperkenalkan negara masing-masing dan diadakan di sebuah kapal.

Untuk terlibat dalam program ini, Anda harus berstatus WNI, usia 20-30 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta menyanggupi untuk mengikuti program hingga selesai. Selain syarat-syarat tersebut, peserta juga belum menikah dan memiliki pengetahuan yang luas.

3 dari 5 halaman

3. Youth for Understanding (YFU) di Jepang

Detektif hingga Kasino, 5 Sekolah Paling Nyeleneh di Jepang
Perbesar
Jika biasanya sekolah khusus mempelajari kesenian hingga beladiri, namun beda halnya dengan beberapa sekolah di Jepang berikut ini (Sumber foto: dunianetwork)

YFU memiliki banyak program, salah satunya adalah Program Year. Program ini merupakan program pendidikan yang setara SMA dan berlangsung selama satu tahun di luar negeri. Berfokus pada budaya dan bisa diikuti oleh pemuda-pemudi dari berbagai negara.

Persyaratan untuk mengikuti program ini adalah WNI berusia 15-17 tahun, berkepribadian baik, mampu berbahasa Inggris lisan dan tulisan, sehat jasmani dan rohani, serta nilai akademik di atas rata-rata (tanpa C ke bawah). Anda juga harus mampu berbahasa negara yang Anda tuju.

4 dari 5 halaman

4. YFU Summer Program

4. Sekolah Sushi
Perbesar
Sekolah sushi mengajarkan warganya yang baru mengenal kebudayaan jepang (Sumber foto: wowmenarik.com)

YFU Summer Program berada dalam satu bendera dengan YFU. Perbedaannya, YFU Summer Program berlangsung dalam durasi yang cukup singkat.

Persyaratannya juga berbeda. Untuk menjadi peserta YFU Summer Program, Anda merupakan WNI berusia 15-18 tahun, sehat jasmani dan rohani, memiliki prestasi yang baik dan nilai di atas rata-rata, berkepribadian baik, serta mampu berbahasa Inggris dan bahasa negara tujuan baik lisan dan tulisan.

5 dari 5 halaman

5. Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) di Australia

Mengamati Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia di Kampus UI
Perbesar
Mahasiswa asing belajar bahasa Indonesia di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (11/10). Mahasiswa ini berasal dari berbagai negara seperti Taiwan, Bulgaria, Australia, Spanyol, China, Korea dan Jepang. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Australia menyediakan program MEP yang diikuti khusus pemuda muslim Indonesia. Programnya sendiri terkait pembelajaran budaya. Syaratnya, Anda merupakan pemuda beragama Islam, laki-laki (23-40 tahun) dan perempuan (23-45 tahun), aktif di organisasi Islam, dan memiliki TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0.

Itulah beberapa program pertukaran pelajar yang bisa Anda ikuti. Dari lima program tersebut, apakah ada yang menarik minat dan sesuai dengan kondisi Anda saat ini?

Lanjutkan Membaca ↓