Rekonstruksi Infrastruktur Pasca-Gempa Aceh 2016 Telah Rampung

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Agu 2018, 10:31 WIB
Diperbarui 12 Agu 2018, 10:13 WIB
Fasilitas kesehatan RSUD Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di Aceh pada 7 Desember 2016 lalu.

Rekonstruksi yang telah selesai di antaranya pembangunan 20 Sekolah Permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Pembangunan Masjid At-Taqarub, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah, Pasar Ule Glee, serta fasilitas kesehatan RSUD Kabupaten Pidie Jaya.

"Semua perbaikan dan penyediaan infrastruktur sudah dilakukan. Saya kira bisa kita lihat. Kita sudah perbaiki," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Jumat (10/8/2018).

Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, pembangunan Masjid At-Taqarub yang berada di Kecamatan Trienggadeng telah rampung dan sudah digunakan oleh masyarakat dengan daya tampung hingga 2 ribu jamaah. Sedangkan pembangunan STAI Al-Aziziyah berupa bangunan 4 lantai dan 1 basemen yang dapat menampung 324 orang mahasiswa.

Sementara itu, rekonstruksi Pasar Ule Glee di Kabupaten Pidie Jaya berhasil membuat pasar tradisional tersebut memiliki fasilitas yang representatif dan diharapkan bisa menghidupkan geliat perekonomian masyarakat setempat.

 

2 of 4

Masjid dan Rumah Sakit

Pembangunan Masjid At-taqarub Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. (Dok Kementerian PUPR)
Pembangunan Masjid At-taqarub Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. (Dok Kementerian PUPR)

Adapun pembangunan Masjid At-Taqarub, STAI Al-Aziziyah dan Pasar Ule Glee menggunakan anggaran APBN Kementerian PUPR tahun 2017-2018 sebesar Rp 56,14 miliar.

Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya yang mengalami rusak akibat gempa bumi juga telah selesai direkonstruksi oleh Kementerian PUPR dan siap untuk diresmikan. Pembangunannya juga turut manakah APBN tahun 2017-2018 senilai Rp 21,136 miliar.

Untuk menggantikan bangunan sekolah yang rusak, Kementerian PUPR pun telah membangun 20 sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Pembangunan menggunakan anggaran tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp 55,151 milar.

Konstruksi yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Balitbang dan dikenal sebagai bangunan tahan gempa.

 

 

3 of 4

Sistem Modular

Pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. (Dok Kementerian PUPR)
Pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. (Dok Kementerian PUPR)

Proses pengerjaannya dilakukan dengan sistem modular sehingga dapat dipasang secara cepat. Masa pelaksanaan pembangunan sekolah terhitung selama 150 hari.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan, teknologi serupa potensial untuk diterapkan dalam tahap rekonstruksi bangunan dan rumah yang rusak di Lombok akibat tiga kali diguncang gempa.

"Untuk membangun secara cepat, kata kuncinya adalah standarisasi dan pre-fabrikasi," ujar dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓