Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres di Luar Prediksi Pelaku Pasar

Oleh Agustina Melani pada 10 Agu 2018, 08:40 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta - Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menetapkan calon wakil presiden Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Hal tersebut di luar perkiraan pelaku pasar saham.

Analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, pencalonan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2018 di luar perkiraan. Penetapan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden, menurut Reza untuk meredam isu politisasi agama dalam Pilpres 2019. 

"Pencalonan Ma’ruf Amin di luar perkiraan kita. Yang kita masih pertanyakan Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi dalam lima tahun ke depan karena sudah berumur. Dengan ada pak Ma’ruf Amin akan redam isu sara yang terjadi pada saat pemilu tahun lalu dan di Jakarta," kata Reza, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (10/8/2018).

Reza perkirakan, pelaku pasar akan memanfaatkan momen politik tersebut untuk merealisasikan keuntungan. Namun, IHSG menurut Reza berpotensi menguat didukung dari sosok Jokowi  yang masih kuat di kalangan pelaku pasar. "Pasar optimis dengan Jokowi dan pasangannya, IHSG bisa menguat. IHSG akan bergerak di kisaran support 6.068-6.082 dan resistance 6.120-6.132," ujar Reza.

Sementara itu, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menuturkan, IHSG berpeluang berbalik arah ke zona hijau menyambut akhir pekan ini. Budi menilai, Ma’ruf Amin yang dipilih jadi calon wakil presiden untuk menstabilkan dan penyeimbang dalam Pilpres 2019.

"Jokowi sosok nasionalis. Ma’ruf Amin simbol religius. Jadi digunakan untuk stabilisasi massa dan Jokowi merangkul semua pihak,” ujar Budi saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menilai, koalisasi Jokowi sangat besar sehingga sulit mendapatkan satu nama yang dapat menyenangkan semua pihak. Oleh karena itu, ditetapkan Ma’ruf Amin menurut Budi sebagai penyeimbang dan menstabilkan. Sentimen politik tersebut akan mendominasi laju IHSG menyambut akhir pekan ini.

"Sentimen politik tersebut akan dominasi laju IHSG.“IHSG besok (Jumat-red) stabil," kata Budi.

 

Video Populer Bisnis

Tutup Video
2 of 2

Pelaku Pasar Harap Pemilu Berjalan Aman dan Dukung Investasi

IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen
Sepanjang perdagangan hari ini (30/5), IHSG bergerak pada kisaran 5.693,39 - 5.730,06, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menuturkan, pengumuman calon presiden dan wakil presiden akan pengaruhi sentimen pasar. Ini terkait prospek ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Pelaku pasar mengharapkan pemilihan umum dapat berjalan dengan aman, damai, serta stabilitas dan kesinambungan ekonomi yang dapat dipertahankan sehingga akan tetap mendukung baiknya investasi.

"Dengan terpilihnya pak Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pak Jokowi, diharapkan akan dukung solidnya koalisi Jokowi sehingga dapat meningkatkan peluang pak Jokowi untuk melanjutkan masa jabatannya menjadi dua periode," kata Josua, lewat pesan singkat yang diterima Liputan6.com.

Hal tersebut mengindikasikan kebijakan ekonomi diperkirakan cenderung tidak alami perubahan signifikan. Ia menuturkan harapan pelaku pasar adalah bagaimana keberlanjutan dunia usaha dan stabilitas pasar keuangan dapat dipertahankan. Ini mengingat persepsi investor global cenderung positif terhadap pemerintahan saat ini.

“Lebih lanjut lagi, ke depannya capres dan cawapres yang menang dalam Pilpres mendatang diharapkan dapat membenahi isu-isu struktural dalam perekonomian sehingga visi ekonomi Indonesia pada 2045 untuk keluar dari jebakan kelas menengah dapat tercapai,” kata Josua.

Ia mengatakan, kondisi pasar keuangan termasuk nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak stabil jelang pendaftaran resmi capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait