Pagi-Pagi, Menko Darmin Ngopi di Hotel Borobudur

Oleh Merdeka.com pada 08 Agu 2018, 10:16 WIB
Diperbarui 10 Agu 2018, 10:13 WIB
(Foto: Merdeka.com/Anggun P. Situmorang)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menghadiri acara diskusi strategi kebijakan dan program pengembangan kopi Indonesia untuk merespons kebutuhan agroindustri kopi global di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sebelum memberikan pengarahan, Menko Darmin menyempatkan diri mencoba beberapa jenis kopi.

"Saya mau coba beberapa kopi, sepertinya menarik semua," ujar Darmin sambil meninjau satu persatu stand pembuatan kopi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Darmin mencoba dua jenis kopi. Salah satunya kopi Arabika dari Mandailing, Sumatera Utara. "Ini seperti teh di Korea ya, sedikit dan bening. Kalau di kampung saya bikin kopi sampai tumpah-tumpah dan pakai gula, ini pahit," ujar dia disambut tawa peserta yang hadir. 

Darmin mengatakan, diskusi mengenai kopi sangat penting untuk dilakukan dalam mencari upaya pengembangan kopi. Mengingat, kebutuhan kopi terus meningkat dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kopi. 

"Acara diskusi ini menjadi penting karena membahas mengenai strategi kebijakan dan program pengembangan kopi untuk merespons kebutuhan kopi industri agrogobal. Mudah-mudahan bisa memberikan peran serta yang positif dalam acara diskusi nanti," ujar dia. 

 

Reporter: Anggun P.Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

Begini Jurus Menteri Rini Angkat Kesejahteraan Petani Kopi

Pelatihan budidaya kopi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno
Pelatihan budidaya kopi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (dok: BUMN)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan dukungan bagi peningkatan kesejahteraan petani kopi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan memberikan program kemitraan, pembiayaan, dan pemberian bimbingan teknis kepada petani kopi rakyat.

Program pemberdayaan dilatarbelakangi kesulitan petani kopi selama ini dalam memperoleh akses pembiayaan, pasar, dan pelatihan budidaya kopi yang baik. Dukungan ditunjukkan dengan sinergi dua BUMN, yaitu PT Perkebunan Nusantara XII dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui sinergi ini, para petani kopi binaan PTPN XII mendapatkan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Kemitraan (PK) dari BNI. Sementara PTPN XII selaku pembina dari petani kopi rakyat memberikan pembinaan budidaya kopi sejak pembibitan, pemeliharaan, serta memastikan petani melakukan budidaya kopi dengan baik.

Petani kopi juga dibantu agar dapat membudidayakan kopi dengan benar dan menjaga kelangsungan produksi tanaman kopi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain, tingkat keamanan kebun petani bisa terus membaik seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani kopi.

"Dengan kemudahan dalam akses pembiayaan, akses pasar dan akses mendapatkan pelatihan budidaya kopi yang baik saya yakin produktivitas dan kualitas kopi rakyat akan meningkat. Tentunya yang diharapkan adalah perbaikan kesejahteraan hidup petani di sini. Terima kasih kepada BNI dan PTPN XII yang terus bersinergi mendorong kesejahteraan petani," ujar Menteri Rini di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 1 Juli 2018.

Selain kemudahan pembiayaan, para petani juga menerima manfaat melalui kegiatan capacity building berupa pelatihan budidaya kopi agar lebih produktif dan unggul. Pada kegiatan ini, petani dilatih untuk menerapkan panen/petik dan pengolahan kopi yang baik dan juga dilatih untuk menjadi barista.

"Saya senang bahwa selain program pemberdayaan, harga kopi yang dibeli juga harga yang menguntungkan petani. Bentuk sinergi seperti ini akan terus kita dorong dan saya terus memantau dan memastikan BUMN yang terlibat baik PTPN maupun BNI, dapat menjalankan program ini dengan optimal," jelas Menteri Rini.

Dalam mendorong kemudahan akses pendanaan bagi petani kopi di Jawa Timur, BNI tercatat telah membiayai 1.577 petani kopi rakyat dengan jumlah penyaluran pembiayaan sebesar Rp 12,8 miliar. Pembiayaan BNI berupa KUR diberikan kepada 559 petani dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp 5,2 miliar dan program kemitraan sebesar Rp 7,6 miliar kepada 1.018 petani.

Untuk pembiayaan KUR dilakukan secara one on one di tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Jember dan Malang. Adapun program kemitraan disalurkan kepada 109 kelompok tani di Banyuwangi dan Jember.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓