Intip Kinerja Emiten Makanan dan Minuman Sepanjang Semester I 2018

Oleh Agustina Melani pada 08 Agu 2018, 08:20 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten industri barang konsumsi terutama makanan dan minuman telah merilis laporan keuangan sepanjang semester I 2018. Hasilnya cukup beragam.

Di antara emiten barang konsumsi makanan dan minuman, PT Mayora Indah Tbk membukukan kinerja positif pada semester I 2018. Ini ditunjukkan pertumbuhan laba bersih dan penjualan. Perseroan mencatatkan laba bersih tumbuh 34,32 persen menjadi Rp 735,86 miliar pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 547,83 miliar.

Penjualan perseroan naik 15,19 persen menjadi Rp 10,81 triliun pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,39 triliun.

Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga bukukan pertumbuhan laba dan penjualan. Akan tetapi, kinerja keuangan perseroan tumbuh tipis. Perseroan catatkan penjualan besih 5,4 persen menjadi Rp 19,46 triliun pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 18,46 triliun.

Hal itu mendorong laba usaha tumbuh 17,7 persen menjadi Rp 3,27 triliun pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,78 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 9,5 persen menjadi Rp 2,29 triliun pada semester I 2018.

"Kami berbesar hati bawah pada paruh pertama 2018, ICBP mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan industri FMCG menunjukkan perbaikan pada kuartal II 2018 yang didukung oleh penjualan selama periode Hari Raya. Ke depannya, kami tetap memandang positif potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Direktur Utama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Anthoni Salim, dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (8/8/2018).

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) catatkan penjualan naik terbatas menjadi Rp 36 triliun. Penjualan itu hanya naik satu persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 35,65 triliun. Laba usaha tumbuh 2,1 persen menjadi Rp 4,54 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas intuk turun 12,7 persen menjadi Rp 1,96 triliun.

Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Anthoni Salim menuturkan, perseroan tetap membukukan pertumbuhan penjualan yang positif meski pada paruh pertama 2018 kinerja grup agribisnis kurang menggembirakan.

"Pada kuartal II Tahun 2018, pertumbuhan industri FMCG menunjukkan ada perbaikan yang didukung oleh penjualan selama periode Hari Raya, sehingga dapat menunjang kinerja grup CBP. Kami memandang positif perkembangan situasi yang terjadi hingga penghujung tahun, namun tetap waspada dengan volatilitas harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing," ujar Anthoni.

 

2 of 3

Kinerja Emiten Konsumsi Makanan dan Minuman Lainnya

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Emiten barang konsumsi lainnya yang catatkan pertumbuhan yaitu PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP). Perseroan membukukan penjualan naik 1,57 persen menjadi Rp 488,34 miliar pada periode semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 480,78 miliar.

Sedangkan penjualan naik 225,3 persen menjadi Rp 32,47 miliar pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,98 miliar. Biaya pokok penjualan naik 6,51 persen menjadi Rp 208,28 miliar. Laba kotor turun 1,8 persen menjadi Rp 280,05 miliar.

Emiten yang mencatatkan kinerja laba turun yaitu PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ). Perseroan membukukan laba turun 6,27 persen menjadi Rp 359,04 miliar pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 383,09 miliar.

Penjualan perseroan naik 13,23 persen menjadi Rp 2,62 triliun pada semester I 2018. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 1,67 triliun dari periode semester I 2017 sebesar Rp 1,45 triliun.

Perseroan membukukan sejumlah beban antara lain beban penjualan naik menjadi Rp 389,85 miliar pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 342,95 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 91,11 miliar.

 

3 of 3

Momen Asian Games Untungkan Emiten Barang Konsumsi?

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT Artha Sekuritas Indonesia, Juan Harahap menuturkan, PT Mayora Indah Tbk membukukan pertumbuhan didukung dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ini karena PT Mayora Indah Tbk mencatat ekspor sekitar 46 persen dari total penjualannya.

Sedangkan pertumbuhan kinerja Indofood hanya single digit, menurut Juan lantaran konsumsi meningkat di level ritel. Namun, perseroan tidak langsung jual ke ritel tetapi ke distributor sebelum masuk kepada konsumen akhir.

"Jadi pengiriman dilakukan sebelum Lebaran pada kuartal I sehingga biasanya penjualan menggelembung pada kuartal I. Kenapa single digit karena pada 2016 kepada 2017 pertumbuhannya negatif sehingga bila dibandingkan 2017 ke 2018 baru mulai recovery," ujar Juan.

Juan prediksi, kinerja emiten konsumsi akan meningkat pada kuartal III. Ini karena ada kegiatan Asian Games 2018. "Harusnya semester kedua akan lebih baik didukung oleh banyaknya event seperti Asian Games, Lebaran dan Natal bisa dorong penjualan," ujar Juan saat dihubungi Liputan6.com.

Juan merekomendasikan beli saham PT Mayora Indah Tbk di area 2.900. Sedangkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ditargetkan beli di area 8.500. "Ini untuk trading," kata Juan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓