Mitra Pinasthika Mustika Cetak Laba Bersih Rp 4,2 Triliun

Oleh Nurmayanti pada 06 Agu 2018, 11:31 WIB
Diperbarui 06 Agu 2018, 11:31 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
(Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk (NPATMI) sebesar Rp 4,2 triliun sepanjang semester pertama 2018. Sementara pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 7,5 triliun, meningkat 7 persen dibandingkan dengan Rp 7 triliun pada semester pertama di 2017.

Pertumbuhan positif ini dikatakan sebagian besar didukung kinerja yang solid khususnya dari segmen distribusi dan ritel, dimana penjualan sepeda motor nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan di paruh pertama tahun ini.

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk (NPATMI) setelah menyesuaikan aktifitas di luar usaha dan penyesuaian atas MTM derivatif tercatat sebesar Rp 219 miliar, naik sebesar 10 persen dibandingkan semester pertama 2017.

"Selain divestasi yang sukses, bisnis inti Perseroan menunjukkan kinerja yang baik dan inisiatif digital kami telah menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Hasil divestasi telah memperkuat neraca keuangan dan memungkinkan kami untuk menumbuhkan bisnis dan operasi bisnis yang sudah ada," ujar Group Chief Executive Officer MPM, Rudy Halim dalam keterangannya, Senin (6/8/2018)

Dia menuturkan, berinvestasi di area pertumbuhan segmen mobilitas baru yang lebih cepat akan memastikan setidaknya 10 persen pertumbuhan Year on Year (YOY) dalam EBITDA Group secara keseluruhan pada 2019 dan seterusnya.

"Sehingga dapat terus memberikan pengembalian kepada pemegang saham berupa pembagian dividen yanglebih baik dan secara konsisten,” dia menambahkan.

Dia menuturkan jika segmen distribusi dan ritel menunjukkan pertumbuhan yang kuat, demikian pula dengan bisnis di segmen asuransi dan keuangan. Posisi kas dan rasio leverage Perseroan semakin diperkuat oleh transaksi divestasistrategis.

Adapun per tanggal 28 Juni 2018, PT Federal Karyatama (FKT) secara resmi tidak dikonsolidasi dalam laporan keuangan MPMX. Pendapatan dari FKT tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam jumlah keseluruhan grup dan keuntungan dari paruh pertama di 2018 akan dicatat dalam “operasi yang dihentikan” dalam laporan rugi laba.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mitra Pinasthika Jual Saham Federal Karyatama ke ExxonMobil

Pabrik Baru Federal Oil
Perbesar
Pabrik baru Federal Oil diresmikan di kawasan ndustrial Estate Cilegon, Banten. (Herdi Muhardi)

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melalui PT Mitra Pinasthika Mulia menjual seluruh sahamnya dalam PT Federal Karyatama (FKT), produsen pelumas Federal Oil kepada Esso Petroleum Company Limited dan ExxonMobil UK Limited.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Selasa (1/5/2018), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan Mulia telah menandatangani share purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat pada 18 April 2018.

Jumlah seluruh saham yang akan dijual 423.600 atau 100 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan FKT. Nilai penjualan saham tersebut sekitar USD 436 juta atau setara Rp 6,06 triliun (asumsi kurs Rp 13.919 per dolar Amerika Serikat).

Nilai penjualan itu melebihi 50 persen ekuitas perseroan. Nilai ekuitas perseroan pada 31 Desember 2017 tercatat Rp 4,62 triliun. Oleh karena itu,perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Perseroan akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Juni 2018.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk menjual saham FKT dengan mempertimbangkan kesempatan yang baik untuk dapat memberikan hasil investasi yang optimal. Selain itu juga dipercaya dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perseroan, pemangku kepentingan dan pemegang saham perseroan.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya