16 Lembaga Keuangan Keroyokan Danai Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Eleveted

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 31 Jul 2018, 17:50 WIB
Diperbarui 31 Jul 2018, 17:50 WIB
Sebanyak 16 bank memberikan kredit sindikasi untuk proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Eleveted senilai Rp 11,3 triliun. (Ilyas/Liputan6.cmo)
Perbesar
Sebanyak 16 bank memberikan kredit sindikasi untuk proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Eleveted senilai Rp 11,3 triliun. (Ilyas/Liputan6.cmo)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 16 lembaga keuangan berkolaborasi untuk memberikan pendanaan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Eleveted. Total pembiayaan sindikasi yang siap dikucurkan 16 bank tersebut mencapai Rp 11,3 triliun. Adapun total investasi proyek sendiri di angka Rp 16,8 triliun.

Penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi ini dilakukan oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dengan 16 lembaga keuangan pada Selasa ini. Daftar lembaga tersebut adalah Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank CIMB Niaga, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BRI, Bank Syariah Mandiri dan Bank CIMB Niaga Syariah.

Selain itu juga bergabung Bank DKI, Bank BJB, Maybank Indonesia Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) dan BCA Syariah.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, apa yang dilakan Jasa Marga dan JJC merupakan satu prestasi tersendiri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, lebih khususnya jalan tol.

"Kalau biasanya proyek jalan setelah ada kepastian pendanaan, kali ini proyek sudah jalan 40 persen baru ada tandatangan sindikasi. Ini merupakan bentuk kepercayaan perbankan terhadap proyek ini," kata Herry di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Herry berharap skema yang diterapkan di proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Eleveted ini bisa diterapkan di beberapa proyek infrastruktur lainnya. "Coba kalau dari dulu proyek jalan tol bisa seperti ini, pasti kita sudah punya jalan tol lebih panjang dari sekarang," terangnya.

 

2 dari 4 halaman

Proyek Singkat

Tol Cikampek Macet Parah di Puncak Arus Mudik
Perbesar
Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu (13/6). Pada H-2 Lebaran, kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena penyempitan jalur, lantaran ada proyek pembangunan LRT dan Tol Elevated. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan proyek ini akan dikerjakan dalam jangka waktu yang cukup singkat, yaitu 24 bulan. Sehingga proyek ini bisa selesai pada Maret 2019.

"Kami terutama sangat bangga bisa mengambil bagian dari proyek infrastruktur yang luar biasa. Minggu ini kita sudah operasikan tambahan jalan tol itu 107 kilometer. Ini akan bertambah lagi dimana sampai akhir tahun bisa 300 km," tambah Desi.

Mengenai proyek ini, pengangkatan steel box girder yang dikoordinasikan PT Jasa marga Jalan layang Cikampek (JJC) pada proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated terhitung akan berlangsung sampai Desember 2018.

JJC menargetkan, proyek yang dikerjakan di median jalan Tol Jakarta-Cikampek ini secara keseluruhan akan selesai Maret 2019.

Pemimpin Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Iwan Dewantoro mengatakan, total box girder yang harus dipasang di proyek tersebut berjumlah sekitar 2.400. Saat ini, ia menambahkan, baru sekitar 380 box girder saja yang sudah terpasang.

Dengan adanya 2020 (box girder) yang masih belum terpasang, kita targetkan Desember selesai. Untuk pengerjaannya, tidak mungkin hanya memakai 1 launcher gantry. Makanya dipakai 3 launcher gathry, dan semuanya bekerja paralel tiap hari," ujar dia pada Rabu 18 Juli 2018.

Tol Jakarta-Cikampek II Elevated merupakan sebuah proyek jalan layang bebas hambatan yang tersambung dari Cikunir sampai Karawang Barat sepanjang kurang lebih 38 km.

Pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk lewat Kerja Sama Operasi (KSO) senilai Rp 13,5 triliun.

 

3 dari 4 halaman

Box Girder

Tol Cikampek Macet Parah di Puncak Arus Mudik
Perbesar
Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu (13/6). Pada H-2 Lebaran, kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena penyempitan jalur, lantaran ada proyek pembangunan LRT dan Tol Elevated. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Iwan melanjutkan, pengangkatan box girder ini akan dilakukan di tiga lokasi secara bertahap. Pertama, sebutnya, yakni di ruas Bekasi Timur menuju arah Gerbang Tol (GT) Tambun. Selanjutnya, akan diteruskan ke arah Bekasi Barat menuju Bekasi Timur, dan yang terakhir dari Cikarang Utama menuju Km 39.

"Proses pengangkatan box girder ini akan dilakukan sampai Desember 2018. Dilaksanakannya secara bertahap, tidak langsung semua lokasi. Tapi untuk proyek keseluruhan, target selesai Maret 2019," ujar dia.

Dia menambahkan, sebanyak dua lajur di masing-masing jalur tol akan ditutup selama pengangkatan box girder berlangsung pada saat window tine.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓