Surat Utang Korporasi Turun Pasca Kenaikan Suku Bunga The Fed

Oleh Bawono Yadika pada 18 Jul 2018, 13:15 WIB
Diperbarui 20 Jul 2018, 13:13 WIB
Ilustrasi Perdagangan Saham.

Liputan6.com, Jakarta Kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The FED) berdampak pada minat obligasi korporasi. Meski terjadi penurunan, minat terhadap obligasi korporasi masih terjaga.

"Kenaikan suku bunga ini tak bisa dicegah, karena ini situasi global. Tapi ini balik lagi bergantung pada kebutuhan korporasi. Kalau mereka masih butuh, ada peluang investasi, pasti mereka tetap terbitkan obligasi," ujar Direktur PT Penilaian Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency/IBPA) Wahyu Trenggono di Gedung BEI, Rabu (18/7/2018).

Selain untuk peluang investasi, Wahyu juga menjelaskan obligasi tersebut dapat digunakan pengusaha untuk menutup utang yang telah jatuh tempo.

"Atau misalnya ada utang yang jatuh tempo. Mereka mikirnya daripada pakai uang sendiri, mending mereka pinjam kan, jadi tetap obligasi korporasi ini dibutuhkan" jelas dia.

Adapun BEI mencatat total emisi Obligasi dan Sukuk secara year-to-date hingga 12 Juli 2018 mencapai 60 Emisi dari 41 Emiten senilai Rp 71,44 triliun.

Angka ini turun Rp 13,46 triliun pada periode yang sama 2017. Data OJK total menyebutkan emisi obligasi dan sukuk korporasi mencapai Rp 84,9 triliun.

2 of 2

Komentar Gubernur The Fed Dorong Penguatan Wall Street

Perdagangan Saham dan Bursa
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut usai Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) menyatakan pandangan yang optimistis mengenai prospek ekonomi di negaranya.

Mengutip Reuters, Rabu (18/7/2018), Dow Jones Industrial Average naik 55,53 poin atau 0,22 persen dan berakhir pada 25.119,89. Untuk S&P 500 naik 11,12 poin atau 0,40 persen menjadi 2.809,55. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 49,40 poin atau 0,63 persen menjadi 7.855,12.

Dalam pernyataan tertulis, Gubernur the Fed Jerome Powell memberikan isyarat bahwa era pertumbuhan ekonomi yang stabil akan terus berlanjut. Pernyataan tertulis tersebut diberikan kepada para anggota senat yang mempertanyakan mengenai prospek ekonomi AS ke depan.

Sebagian besar senator menyatakan kekhawatirannya akan adanya perang dagang yang telah dikumandangkan oleh Presiden AS Donald Trump. Namun Kekhawatiran tersebut berhasil ditepis oleh Powell.

"Powel menyatakan bahwa mereka akan tetap memberikan perhatian yang lebih kepada kondisi perdagangan AS. Para pelaku pasar menilai bahwa the Fed tetap akan menaikkan suku bunga secara moderat," jelas analis OakBrook Investments LLC, Lisle, Illinois, Peter Jankovskis.

Kurva imbal hasil surat utang AS langsung melonjak usai Powell memberikan pandangan yang optimistis mengenai pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, bursa saham pun juga positif.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by