Orang Kaya Tak Suka Dekat dengan si Pesimistis, Kenapa?

Oleh Tommy Kurnia pada 18 Jul 2018, 20:20 WIB
Diperbarui 18 Jul 2018, 20:20 WIB
Ilustrasi Orang sukses
Perbesar
Ilustrasi Orang sukses (iStockphoto)​

Liputan6.com, Jakarta - Memilih-milih teman disebut sebagai tindakan tidak baik, meskipun ternyata pemilih dalam pergaulan bisa memberi dampak pada keadaan finansial dan kesuksesan.

Orang-orang berada pun cenderung memilih teman, tetapi mereka tidak mendiskriminasi berdasarkan harta, tetapi sifat. Dilansir dari Time, ternyata para orang kaya menghindari orang yang memiliki sifat pesimistis.

"Orang yang menjadi jutawan sangat memperhatikan dengan siapa mereka bergaul. Kamu hanya akan sesukses orang-orang yang kamu sering ajak bergaul," ujar Thomas C. Corley, penulis buku finansial.

"Para orang kaya selalu mencari individual yang berorientasi pada hasil, optimistis, antusias, dan memiliki keadaan pikiran yang positif," kata dia.

Ia menyebut, 86 persen orang-orang kaya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang pikirannya terpacu pada sukses. Sebaliknya, mereka tak suka bergaul dengan orang-orang beracun (toxic).

"Mereka (para orang kaya) menjelaskan membatasi pertemuan mereka dengan orang-orang beracun dan negatif," jelas Corley.

Penelitian lain pernah menyebutkan, seseorang bisa "tertular" kesuksesan orang-orang terdekat kita, seperti lima orang terdekat. Memiliki pergaulan dengan mental sukses turut berperat pada kesuksesan finansial.

"Sukses jangka panjang hanya mungkin dicapai bila kamu memiliki pandangan mental yang positif," tandas Corley.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ingin Sukses? Bos Xiaomi: Jangan Tamak

Bos Xiaomi: Mi 5 Bakal Paling Ditunggu-tunggu
Perbesar
Perilisan Mi 5 hanyalah soal waktu, Ia sangat optimistis bahwa Mi 5 akan menjadi smartphone flagship Xiaomiyang bakal tampil `habis-habisan`

Sebuah tips sukses terbaru bos Xiaomi pastinya akan membuat bingung banyak orang, karena tipsnya berbeda dari bos-bos teknologi lainnya.

Lei Jun selaku CEO dan pendiri Xiaomi mengatakan agar menjauhi sikap tamak, dan harus fokus pada kepercayaan konsumen.

"Kita harus memangkas kecenderungan untuk bersikap tamak, dan menangkan kepercayaan penuh dari pelanggan kita," ucap Lei Jun seperti yang dilansir South China Morning Post.

Tidak berhenti sampai di sana, Lei Jun juga berniat menambahkan pemikiran tersebut ke dalam piagam Xiaomi.

"Jadi sekarang kami sedang merenungkan, saya pikir kami bisa saja menulis hal itu di piagam perusahaan, dan bahwa kami tidak akan pernah melewati angka poin persen tertentu dalam mengambil untung dari hardware," ucapnya.

Harapan Lei Jun adalah dengan mendapatkan kepercayaan konsumen, maka tak akan ada keraguan dari mereka untuk membeli produk Xiaomi.

"Apa yang saya ingin raih adalah ketika para pelanggan melakukan pembelian produk, maka mereka dapat menutup mata dan melakukan pembelian, karena produk (Xiaomi) memiliki kualitas tinggi dan harga yang sangat rendah," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya