Intip Gerak Saham Tiga Emiten Baru

Oleh Bawono Yadika pada 12 Jul 2018, 10:26 WIB
(Foto:Liputan6.com/Bawono Y)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan tiga emiten baru yang mencatatkan saham perdana pada Kamis (12/7/2018).

Ketiga emiten tersebut antara lain PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX). Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengucapkan selamat kepada tiga emiten yang tercatat di BEI.

"Menjadi perusahaan tercatat ini, kami dari BEI akan membantu bapak dan ibu-ibu semua comply terhadap peraturan yang ada di BEI. Saya juga mengucapkan kepada tim dari masing-masing perusahaan yang tercatat karena sudah bertransformasi hari ini," tutur dia di Gedung BEI, Jakarta.

Pada saat pencatatan, saham MGRO naik Rp 112 atau 49,56 persen dari harga yang ditawarkan Rp 226 menjadi Rp 338. Saat itu saham MGRO sudah ditransaksikan sebanyak 42 lot senilai Rp 1,42 juta dalam 3 kali transaksi.

Lalu saham NUSA tercatat menguat Rp 104 atau 69,33 persen dari harga penawaran Rp 150 ke level Rp 254 per saham. Di level itu saham anak usaha Pelindo ini sudah ditransaksikan sebanyak 2.970 lot senilai Rp 75,44 juta dalam 8 kali transaksi.

Sementara saham NFCX dibuka langsung menguat Rp 920 atau 49,7 persen dari harga penawaran awal Rp 1.850 menjadi Rp 2.770. Di level itu saham NFCX sudah ditransaksikan dalam 18 kali frekuensi, 3.174 lot saham berpindah tangan dengan nilai Rp 879,2 juta.

PT Mahkota Group Tbk mencatatkan saham sebesar 703.688.000 saham baru dengan harga Penawaran Rp. 225 dari hasil (Initial Public Offfering/IPO). Hal itu membuat Perseroan mendapatkan dana IPO senilai Rp 158,32 miliar.

Perseroan juga  mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum penawaran umum Perdana saham sebesar 2.814.750.000 saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum Perdana saham. 

Dengan demikian jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 3.518.438.000 saham atau sebesar 100 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum saham ini. 

Adapun dana IPO akan dipergunakan Perseroan untuk melakukan peningkatan setoran modal ke entitas anak perseroan dengan rinciannya adalah sebagai seperti 60 persen akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke Entitas Anak PT Mutiara Unggul Lestari dan 40 persen yang digunakan untuk modal kerja ke Entitas Anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan.

 

2 of 2

Selanjutnya

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang diwakili Direktur Utamanya Abraham Theofilus mengatakan, IPO adalah langkah awal bagi perusahaan untuk berkembang di era digital seperti sekarang.

"Go public adalah langkah awal bagi perusahaan untuk challenge pada perkembangan saat ini dan juga tidak lupa ciptakan inovasi yang konsisten di era digital sekarang," kata dia.

NFCX melepas 166.667.500 lembar saham biasa atau sebesar 25 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum saham perdana. 

Saham tersebut memiliki nominal Rp 100 dan dilepas dengan harga penawaran Rp 1.850 per lembar. Dari proses IPO, NFC Indonesia akan mengantongi dana segar Rp 308,33 miliar. Adapun, PT Sinergi Megah Internusa Tbk (MGRO) melepas 1,2 miliar saham atau 15,58 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan target perolehan dana sebesar Rp 324 miliar hingga Rp 396 miliar.

MGRO akan menggunakan dana hasil IPO untuk beragam kebutuhan yaitu 78,98 persen untuk penyertaan modal di anak perusahaan, 1,27 persen untuk meningkatkan modal kerja perseroan, 5,64 persen untuk belanja modal perluasan hotel, sedangkan sisanya 14,11 persen akan digunakan untuk melunasi utang perseroan pada BNI.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓