Makin Populer, Kereta Api Bisa Segera Geser Pesawat Terbang

Oleh Tommy Kurnia pada 12 Jul 2018, 09:30 WIB
Kereta Sleeper (Dok Foto: Facebook PT KAI)

Liputan6.com, Jakarta - Membaiknya kualitas kereta api serta popularitasnya yang meningkat diprediksi segera menggeser pamor pesawat terbang.

"Kereta api itu alternatif terbaik, baik itu di Jepang maupun Eropa. Kereta api sudah mengganti bus, sebentar lagi kalau kereta api makin nyaman dan aman, akan menggeser pesawat terbang, terutama di Jawa," ucap Wihana Kirana Jaya, Penasihat Senior Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi kepada Liputan6.com di Jakarta, 

"Seperti pada Jogja-Jakarta, orang sudah banyak memilih kereta api, karena tepat waktu, harga kompetitif dan aman dan nyaman," lanjutnya.

Wihana turut memberi respons positif terkait investasi pemerintah pada PT KAI sebesar Rp 3,6 triliun.

"Investasi di public sector, terutama di PT KAI, ialah untuk memperbaiki arus konektivitas jalur-jalur yang lama, maka diperbaiki, direvitalisasi, juga konektivitas antar moda, misalnya di Jabodetabek itu MRT, LRT, bus, itu harus terkoneksi dengan baik," paparnya.

Selain itu, Wihana juga menyebut kalau investasi PT KAI merupakan bagian pembangunan strategis pemerintah. PT KAI juga sedang butuh tambahan investasi untuk menjalankan program pembangunan sarana-prasarana, seperti yang berlokasi di luar Jawa.

"Misalnya, PT KAI mengembangkan program di Sulawesi Selatan, Pare Pare dan Makassar. Itu  investasi kurang, pembiayaan APBN kurang, jadi harus dicari sumber -sumber lain di luar budget APBN, seperti kerja sama dengan swasta, atau dari BUMN sendiri, atau juga mengundang investor, B-to-B," ujar dia.

Wihana menyebut perkembangan PT KAI dengan tambahan modal dapat memberikan sejumlah dampak positif pada pertumbuhan ekonomi negara. Lantaran peningkatan kualitas kereta api juga berdampak baik pada pengiriman barang dan jasa.

"Ini juga mempercepat logistik, mempercepat efisiensi, untuk meningkatkan produktivitas  negara dan mendorong ekonomi. Inilah ide positifnya investasi di PT KAI," kata dia.

 

2 of 2

Pemerintah Guyur Modal Rp 3,6 Triliun buat KAI

Perbaikan Berkala Gerbong Kereta Api
Petugas menyelesaikan perbaikan pada gerbong kereta api di Depo Kereta Poncol Semarang, Kamis (31/5). PT KAI terus mengebut perbaikan gerbong kereta api yang akan digunakan untuk mengangkut pemudik Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah. (Liputan6.com/Gholib)

Sebelumnya, kabar gembira bagi pengguna transportasi kereta api. Pemerintah menyuntik modal pada PT KAI sebesar Rp 3,6 triliun dalam rangka melanjutkan dukungan terhadap proyek strategis nasional.

Pemerintah menyebut penambahan modal ini juga diperlukan untuk memperbaiki struktur permodalan dalam meningkatkan kapasitas usaha.

Maka dari itu, pada Juli 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham pada saham Perusahaan Perseoran (Persero) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

"Nilai penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud Rp 3,6 triliun," demikian bunyi Pasal 2 ayat 1 PP, seperti dikutip Setkab.go.id pada Selasa 10 Juli 2018.

Penambahan penyertaan modal pada PT KAI yang dimaksud PP tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018.

"Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," demikian bunyi Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2018, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly pada 4 Juli 2018 itu.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video