Kereta Cepat Jakarta-Bandung Digugat, Ini Reaksi Menhub

Oleh Septian Deny pada 11 Jul 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 13 Jul 2018, 18:13 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah perusahaan terhadap pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan mengganggu jalannya proyek tersebut.

Dalam proyek infrastruktur yang melibatkan pemerintah di dalamnya, telah diberikan ruang bagi pihak lain yang merasa dirugikan untuk mengajukan gugatan. Hal tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"UU sudah dibuka ruangnya untuk berdialog, artinya kapan diberi kesempatan untuk memberikan sanggahan, kapan diputuskan setelah diputuskan semua harus tahu," ‎dia di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Namun demikian, lanjut dia, bagaimana pun pembangunan infrastruktur yang penting bagi masyarakat akan mendapatkan prioritas untuk tetap dilaksanakan.‎

"Kereta cepat saya enggak ikutin (soal gugatan), tetapi secara umum kalau proyek-proyek strategis nasional (PSN) maupun kereta cepat dimasukan proyek penting di mana sekarang proyek itu tidak mesti PSN, tetapi kalau itu proyek pemerintah, penting bagi masyarakat, dimungkinkan untuk menggunakan undang-undang (UU)," kata dia.

Budi menyatakan dirinya tidak berharap ada pihak yang menang atau kalah dari gugatan ini. Namun jika memang ada pihak yang merasa dirugikan dari adanya proyek ini, maka pemerintah terbuka untuk berdialog dan siap melayani jika sampai masuk ke tahap gugatan hukum.

"Saya enggak bilang yakin menang (dalam gugatan). Sejauh tidak ada bukti dan tidak ada hal yang signifikan yang membuat itu dituntut, silahkan saja," tandas dia.

 

2 of 2

Pembahasan Rampung Juli

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya memastikan pembahasan soal pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya rampung pada bulan ini. Saat ini pemerintah masih terus berbicara dengan pihak Jepang.

"Kita lagi bicara dengan JICA (Japan International Cooperation Agency)," ujar dia.

Dia mengungkapkan, hal-hal yang dibicarakan dengan Jepang antara lain soal lokal konten, harga dan teknologi. Namun pembahasan ketiganya ditargetkan rampung pada bulan ini.‎"Y‎a satu bulan ini kita optimalkan. Ini kan kita sudah intensif, tinggal hal-hal tertentu saja. Satu bulan kita selesaikan," kata dia.

Selain itu, Budi juga membantah jika pembahasan terkait pembangunan kereta cepat ini berlarut-larut. Menurutnya, untuk membangun sebuah proyek yang besar memang dibahas secara teliti sehingga tidak muncul permasalahan nantinya.

"Enggak berlarut-larut lah. Itu diskusikan. Kita kan enggak boleh buru-buru mulai nanti dikritik kalau kemahalan, yang murah saja dibilang kemahalan, apalagi yang mahal," tandas dia.

Lanjutkan Membaca ↓