BUMN Ini Bakal Bangun Hotel di Kawasan Industri Pulogadung

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 10 Jul 2018, 21:40 WIB
Kamar Hotel

Liputan6.com, Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama pendayagunaan dan pengembangan lahan di kawasan industri Pulogadung.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said dan Direktur Utama Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Landi Rizaldi di Graha Inna, jalan Prof Dr Soepomo, Jakarta, pada Selasa (10/7/2018).

Melalui Kesepakatan tersebut PT Hotel Indonesia Natour dan Jakarta Industrial Estate Pulogadung akan mengembangkan kemitraan dan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan.

Selain itu, secara khusus akan melakukan studi dan mengidentifikasi potensi mengenai kemungkinan membangun hotel di kawasan industri Pulogadung.

Direktur Utama HIN Iswandi Said menyambut baik pelaksanaan penandatangan nota kesepahaman dengan JIEP. Mengingat hal ini sejalan dengan langkah HIN yang akan mengembangkan Hotel Indonesia Group menjadi jaringan pengelola hotel terbesar di Indonesia.

"Kerja sama ini akan dapat mendorong hotel-hotel BUMN menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Iswandi dalam keterangan tertulis, Selasa pekan ini.

Seperti diketahui, JIEP saat ini terus mengembangkan kawasan industri Pulogadung menjadi pusat kawasan industri terpadu untuk industri, bisnis, properti, dan logistik yang bernilai tambah tinggi, berwawasan lingkungan dan berstandar internasional.

Dalam kaitan ini, JIEP terus mengembangkan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan industri maupun masyarakat pada umumnya.

Lebih lanjut Iswandi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini juga tidak terlepas dari semangat BUMN Hadir Untuk Negeri.

Adapun sebagai badan usaha milik negara, HIN bersama JIEP melalui kemitraan dan sinergi yang dilaksanakan akan dapat menciptakan dan memberikan nilai tambah pada kegiatan industri pada umumnya, dan pusat industri terpadu  Pulogadung pada khususnya.

"Sinergi ini membantu upaya JIEP dalam mewujudkan kawasan industri Pulogadung menjadi pusat utama distribusi, dan kawasan industri  dengan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelas dunia," tambah Direktur Utama JIEP Landi Rizaldi.

 

2 of 2

Efektifkan Bisnis, 13 BUMN Sepakat Bersinergi

(Foto: Liputan6.com/Ilyas I)
13 BUMN menandatangani Mou dan kerja sama untuk sinergikan bisnis pada Kamis (17/5/2018) (Foto:Liputan6.com/Ilyas Istianur)

Sebelumnya, sebanyak 13 BUMN menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka menyinergikan masing-masing bisnis. 

BUMN tersebut adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero), Perum Jamkrindo dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

"Sinergi ini memang saya tekankan dari awal. Jadi waktu saya dilaporkan saya kaget dan senang. Ternyata semua sekarang kok sudah sinergi, betul-betul terbuka untuk bagaimana meningkatkan efisiensi. Sinergi ini pada akhir optimalisasi dari aset negara, dari modal negara," kata Menteri BUMN RI Rini M Soemarno di Kementerian BUMN, Kamis 17 Mei 2018.

Rini mengingatkan, sudah tidak zaman BUMN itu memonopoli pasar. Saat ini BUMN dituntut untuk berkompetisi, mengingat semakin berkembangnya industri. Oleh karena itu, dalam menghadapi kompetisi ini, jalan satu-satunya harus bersinergi.

Salah satu contoh PKS yang ditandatangani antara Semen Indonesia dan Semen Baturaja dengan BUMN Karya dalam hal penyediaan semen, produk turunan semen dan jasa lainnya. Dengan kerja sama ini, kedua perusahaan semen bisa langsung memasok kebutuhan di seluruh proyek BUMN karya.

Kerja sama pemasokan semen ini tidak hanya ke BUMN Karya, melainkan juga ke BUMN Pelabuhan dari mulai Pelindo I hingga Pelindo IV. Tidak hanya itu, Wijaya Karya dengan Pelindo II juga menandatangani PKS dalam hal pembangunan Pelabuhan Kijing di Pontianak.

"Selama ini kita tidak bisa mengetahui dimana saja proyek BUMN di wilayah Sumatera jadi kami tidak bisa pasok. Dengan adanya PKS ini, semua akan terinfokan, sehingga kami bisa penuhi kebutuhan semennya," tambah Dirut Semen Baturaja Rahmad Pribadi. (Yas)

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓