Pembiayaan Proyek Infrastruktur Ini Pakai Obligasi Hijau

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Jul 2018, 17:00 WIB
Diperbarui 10 Jul 2018, 17:00 WIB
20160302-Panel Surya ESDM-Jakarta- Gempur M Surya
Perbesar
Petugas memeriksa panel surya di gedung ESDM, Jakarta, Rabu (2/3/2016). Penggunaan panel surya bisa menurunkan emisi dari yang sebelumnya mengonsumsi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau berbasis batubara (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) menerbitkan obligasi ramah lingkungan (Green Bond) atau disebut obligasi hijau dan Sukuk lewat skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) di Bursa Efek Indonesia, masing-masing senilai Rp 3 triliun.

Peluncuran Green Bond dan sukuk tersebut diupayakan korporasi sebagai modal dana untuk membiayai beragam proyek infrastruktur berwawasan lingkungan di Indonesia.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya ingin menjadi pionir sebagai emiten pertama di Tanah Air yang meluncurkan Green Bond.

Dia menuturkan, itu sejalan dengan fokus SMI yang mau mendorong pembiayaan infrastruktur yang bersifat berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

"Kami ingin menunjukan suatu bukti yang konkret, langkah nyata yang menunjukkan komitmen kami untuk tetap mendukung SDG (Sustainable Development Goals). Dalam membiayai suatu proyek, kita menerapkan prinsip terkait dengan keberlanjutan dari sisi environment dan sosial," urai dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Sementara itu, Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata menyampaikan, dana Green Bond ini akan menjadi bekal untuk melanjutkan berbagai pembiayaan proyek infrastruktur untuk energi terbarukan di Nusantara, khususnya untuk di kawasan Indonesia Timur dan ujung barat Indonesia.

"Ada beberapa pipeline yang sedang kita siapkan, seperti proyek pembangkit tenaga Surya di NTT. Kemudian ada proyek mini hydro, di mana dua di antaranya akan masuk tahun ini," kata dia.

"Kita juga akan melakukan pembiayaan ke sektor energi terbarukan di sub sektor energi bio masa, itu lokasinya ada di daerah Sumatera," dia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Memantau Progres Pembangunan Stasiun LRT Kelapa Gading-Velodrome
Perbesar
Suasana pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome, Jakarta, Rabu (4/7). Progres proyek lintasan LRT sepanjang 5,8 kilometer tersebut kini telah mencapai 77 persen. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Penerbitan Green Bond ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond senilai Rp 3 triliun, dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar pada tahap I 2018.

 Selain Green Bond, SMI juga melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk senilai Rp 3 triliun. Direktur PT SMI lainnya, Edwin Syahruzaf, menyebutkan nilai penerbitan sukuk pada tahap I 2018 adalah sebesar Rp 1 triliun.

Dia melanjutkan, perolehan dana dari PUB sukuk ini akan turut dipakai untuk pembangunan infrastruktur trasnportasi. Sebagai contoh, ia menyebutkan, itu bakal dipakai untuk membiayai penyediaan kereta LRT Jabodebek yang jadi wewenang PT INKA (Persero).

"Jadi ada proyek kepada PT IMS (INKA Multi Solusi) dalam bentuk pembiayaan syariah, yang kebetulan proyeknya pembangunan gerbong. Jadi untuk kegunaannya nanti dijual kepada PT KAI untuk proyek LRT Jabodebek," ujar Edwin.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓