Gunung Agung Erupsi Susulan, Penyaluran BBM dan Elpiji Tetap Normal

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Jul 2018, 17:10 WIB
Gunung Agung Meletus

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) memastikan jika penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bali masih berjalan normal, pasca erupsi Gunung Agung  di Bali, yang terjadi pada Rabu (4/7/2018).

Unit Manager Communication & CSR Rifky Rakhman‎ Yusuf mengatakan, sampai saat ini kegiatan penyaluran BBM masih berjalan normal, tidak berpengaruh erupsi Gunung Agung yang berstatus siaga.

"Sampai saat ini masih normal," kata Rifky, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Rifky melanjutkan, saat ini fasilitas penyaluran BBM dan Elpiji belum ada yang terganggu. Semua masih beroperasi dengan pola kondisi normal tidak terganggu erupsi susulan.

"Belum ada yang terganggu, masih dengan pola distribusi normal untuk BBM dan Epiji," tuturnya,"

 

2 of 2

Erupsi Gunung Agung

Gunung Agung Meletus
Asap bercampur abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung terlihat dari desa Tulamben, Karangasem, Bali, Selasa (3/7). Pagi ini, Gunung Agung kembali meletus disertai abu vulkanik setinggi 2.000 meter di atas puncak. (AFP/SONNY TUMBELAKA)

Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi susulan, Rabu (4/7/2018), pukul 12.20 Wita. Dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.500 m di atas puncak (± 5.642 m di atas permukaan laut).

Menurut keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Agung, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat, tidak terpengaruh peningkatan aktivitas Gunung Agung.

‎Saat ini Gunung Agung berada pada status Level III atau Siaga. Karenanya diimbau masyarakat yang ada disekitar gunung setinggi 3.142 Mdpl itu tidak melakukan pendakian dan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya. Yaitu di seluruh area dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Karena zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan masih dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.‎

Lanjutkan Membaca ↓