KCIC Bakal Ajukan Pencairan Pinjaman Proyek Kereta Cepat Tahap 2

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 03 Jul 2018, 18:10 WIB
Diperbarui 05 Jul 2018, 17:13 WIB
IBD Expo dan Banking Expo 2017

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China menargetkan akan  kembali mencairkan pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada akhir Juli 2018.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengungkapkan sebelumnya KCIC telah menerima pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar USD 170 juta.

"Sekitar US$ 1,1 miliar yang akan dicairkan di tahap ke dua. Harapannya akhir Juli. Nanti tahap ke tiganya US$ 500 juta dan akan kita tarik sekitar Desember 2018," ujar Rini di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Berbagai pinjaman yang akan ditarik tersebut, menurut Rini akan digunakan untuk pembiayaan pembebasan lahan dan pembayaran kontraktor.

Rini menambahkan, sampai saat ini pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 60 persen. Namun sebenarnya jika digabungkan dengan yang sudah siap dibebaskan telah mencapai 73 persen.

Pembebasan lahan ini ditargetkan akan selesai semuanya pada akhir 2018. Jika lahan selesai dibebaskan pada 2018, proses konstruksi akan berjalan lebih cepat.

"Kita punya kontrak dengan kontraktor itu 36 bulan, itu berarti sampai 2021 semester pertama. Kita optimistis," ujar Rini. (Yas)

 

 

2 of 2

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Selesai 5 Persen

20160909-118 BUMN dan BUMD Ikuti Pameran BUMN di JCC-Jakarta
Model berdiri di samping kereta cepat Jakarta-Bandung saat Indonesia Bussiness and Development Expo 2016 di, Jakarta, Kamis (8/9). PT Kereta Cepat Indonesia-Cina menargetkan pembangunan beroperasi pada 2019. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengatakan sejauh ini, konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru mencapai 5 persen. Sementara progres pembebasan lahannya hingga saat ini sudah sekitar 70 persen.

"Masih kecil karena kan diawal persiapan dulu, persiapan lahan, tempat pabrikasi, untuk beberapa terminal sudah kita mulai di Halim satu, di Walini ada tiga, yang lainnya masih bentuk beton balok yang besar dan persiapan precast yard sudah proses," ungkap Dirut KCIC, Chandra Dwiputra di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

Lebih jauh kata Chandra, perusahaan menargetkan progres konstruksi atau pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa mencapai 25 persen hingga akhir tahun ini. 

"(Pembebasan lahan) harus sudah 100 persen di akhir tahun," tegasnya. 

Terkait pendanaan proyek, Chandra mengatakan, saat ini KCIC tengah mengurus proses pencairan dana untuk pengerjaan proyek.

"Ini sedang kita proses, kita proses ke Chinanya. Kita harapkan cair tahun ini, cair dua kali lagi, saya enggak hafal angkanya, kira-kira tahun ini," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓