Langkah PLN Jamin Keamanan Pasokan Listrik di Bali saat Erupsi Gunung Agung

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Jun 2018, 11:32 WIB
gunung agung meletus

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Distribusi Bali telah menyiapkan upaya untuk memastikan keamanan berbagai sarana infrastruktur serta pasokan listrik di Bali, guna mengantisipasi erupsi Gunung Agung. Saat ini sistem kelistrikan di Bali masih aman pasca erupsi Gunung Agung pada Kamis malam (28/6/2018).

General Manajer PLN Distribusi Bali Nyoman S Astawa mengatakan, kondisi kelistrikan di sekitar Gunung Agung saat ini aman karena tidak ada jaringan kelistrikan yang mengalami kerusakan akibat erupsi.

"Sampai saat ini aman. Belum terdampak," kata Nyoman, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Menurut Nyoman, PLN Distribusi Bali telah menyiapkan Standar Operational Procedur/SOP) untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung terjadi kembali. Langkahnya antara lain, menyiapkan genset sebagai sumber pasokan listrik di pengungsian.

"Kami tetap menyediakan genset untuk sewaktu-waktu, kami gunakan untuk mem-back up lokasi pengungsian," tutur dia.

PLN Distribusi Bali juga sudah menyiapkan pengamanan aset, serta memonitor kondisinya untuk memastikan infrastruktur kelistrikan tidak terdampak erupsi Gunung Agung.

"Kami tetap memonitor kondisi aset kami yang kemungkinan terdampak oleh erupsi Gunung Agung, dengan tetap memprioritaskan keselamatan petugas kami di lapangan," tandasnya.

2 of 2

Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai dan Bandara Banyuwangi Ditutup Sementara

gunung agung meletus
gunung agung meletus

Dampak dari erupsi Gunung Agung di Bali mengakibatkan sejumlah bandara terpaksa ditutup sementara. Tidak hanya Bandara Ngurah Rai Bali, satu bandara lain yang ditutup sementara adalah Bandara Banyuwangi.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (30/6/2018), aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, yang semula normal berubah akibat dampak erupsi Gunung Agung di Bali. Untuk sementara, aktivitas penerbangan dihentikan.

Pihak maskapai juga mengembalikan penuh biaya pembelian tiket yang sudah terlanjur dibeli calon penumpang. Bahkan, pihak maskapai menyediakan fasilitas gratis melalui jalan darat menuju Surabaya.

"Dari pihak airlines sudah memberikan kesanggupan untuk membantu para penumpang terkait erupsi Gunung Agung di Bali," kata pihak otoritas bandara Edy Febriansyah.

Selain itu, penutupan sementara Bandara Ngurah Rai berdampak terhadap seluruh penerbangan dari dan menuju Bali. Di Bandara Soekarno-Hatta, hingga Jumat 29 Juni 2018 siang, tercatat 50 penerbangan menuju Bali dibatalkan. Total, hampir sekitar 500 penerbangan dari dan menuju Bali dibatalkan.

Namun, penutupan Bandara Ngurah Rai tidak berlangsung lama. Berdasarkan hasil evaluasi dan kondisi terkini, Bandara Ngurah Rai kembali dibuka Jumat sore.

Pengoperasian bandara kembali normal karena asap putih yang dihembuskan Gunung Agung sudah tidak lagi mengganggu penerbangan pasca hujan yang mengguyur kawasan Gunung Agung. (Muhammad Gustirha Yunas)

Lanjutkan Membaca ↓