Lion Air Ingin Terbangi Langit Prancis dan Jerman

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 25 Jun 2018, 14:50 WIB
Diperbarui 25 Jun 2018, 14:50 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso melakukan rampcheck menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru 2018 di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. (Ilyas/Liputan6.com)
Perbesar
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso (Dok Foto: Ilyas Istianur Praditya/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Uni Eropa melalui EU Flight Safety List resmi mencabut larangan terbang Indonesia (EU Flight Ban). Maskapai Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan terbang ke Uni Eropa.

Menindaklanjuti hal itu, Lion Air langsung bergerak cepat. Maskapai berlogo singa tersebut tengah melakukan kajian untuk bisa menerbangi beberapa negara di eropa. Dua negara yang dinilai cukup potensial adalah Prancis dan Jerman.

"Yang sudah market sounding itu dari groupnya Lion, dia sekarang tengah jajaki market ke Paris dan salah satu kota di Jerman," ucap Dirjan Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso di kantornya, Senin (25/6/2018).

Prosesnya sendiri, dijelaskan Agus, setelah maskapai melakukan kajian pasar, baru dilanjutkan dengan mengajukan izin untuk bisa menerbangi rute tersebut. Secara paralel, Ditjen Udara Kemenhub juga mengkaji mengenai potensi pasar di kota tujuan.

Tidak hanya izin dari otoritas penerbangan di Indonesia, untuk menerbangi kota di luar negeri juga harus mendapat persetujuan dari otoritas penerbangan di negara bersangkutan.

Mengenai pesawat yang digunakan, Agus menggarisbawahi untuk mennggunakan pesawat berbadan lebar. Karena jauhnya penerbangan menjadikan faktor efisiensi hal yang utama.

"Lion Air itu sepertinya juga tengah melirik Dreamliner (Boeing 787). Karena kalau tidak pakai pesawat berbadan lebar itu akan rugi. Bisa juga pakai Boeing 777 atau Airbus 380," terang Agus.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pesawat Lion Air
Perbesar
(Liputan6.com/Fahrizal Lubis)

Menurut Agus, pemilihan Prancis dan Jerman menjadi pasar yang tengah dijajaki Lion AIr adalah satu hal yang positif. Dua negara itu akan memiliki pasar yang potensial jika dikoneksikan dengan Jakarta dan Denpasar.

"Sekarang kan sudah ada penerbangan Garuda Indonesia ke Amsterdam, tapi market Paris dan Jerman itu banyak juga. Dulu pernah ada penerbangan ke Jerman dan ini bagus kalau diterbangi lagi," pungkasnya

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di Liputan6.com.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by