Fantastis, Harta Orang Kaya Dunia Kini Tembus Rp 984 Ribu Triliun

Oleh Bawono Yadika pada 01 Jul 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2018, 20:13 WIB
Ini Kunci Sukses Karsiman Hady, Satpam yang Jadi Miliarder

Liputan6.com, New York - Total kekayaan orang kaya dunia kini melambung tinggi ke posisi US$ 70 triliun atau setara Rp 984 ribu triliun (1 US$=Rp 14.071) untuk kali pertama pada 2017. Laporan firma konsultan Capgemini menyebutkan, kenaikan kekayaan karena para investor mendapat keuntungan dari kondisi ekonomi yang stabil dan pasar ekuitas yang kuat.

Dilansir dari laman Barrons, Laporan tersebut menyebutkan jika negara-negara di kawasan Asia Pasifik menunjukan kenaikan persentase kekayaan di 2017. Ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang tergolong baik dan cepat.  

Negara-negara di kawasan Asia Pasifik menunjukan kenaikan sebesar 6,2 juta untuk harta kekayaan bersih pada setiap individu dengan total pertumbuhan kekayaan sebanyak 15 persen menjadi US$ 21,6 triliun. Laporan ini sekaligus mengalahkan Amerika Utara selama 3 tahun berturut-turut. 

Sabagai informasi, Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan populasi terbesar untuk orang-orang terkaya di dunia sejauh ini, yakni dengan lebih dari 5,2 juta jutawan dan miliarder di tahun 2017 yang mana naik sebesar 10 persen dari tahun lalu. 

Masih sama seperti tahun sebelumnya, harta kekayaan dari setiap individu ini mayoritas berasal dari ekuitas dan juga tunai pada tahun 2017. Namun, investasi di real estate juga memerankan peranan penting dalam portofolio mereka. Bahkan ini menggeser fixed-income sebagai aset ketiga terbesar mereka. 

Dalam laporan ini pun, pada tahun 2017, harta kekayaan dunia berhasil dialokasikan sebesar 18,1 persen dari aset mereka di real estate, yakni meningkat sebesar 2,8 persen dari tahun 2016 silam.

2 dari 2 halaman

Investor turut aktif

Ilustrasi Investasi Asing (Times Higher Education)
Ilustrasi Investasi Asing (Times Higher Education)

Sementara itu, para investor turut aktif dalam menempatkan aset-aset mereka, terutama bagi milenial dan orang-orang kaya di Amerika Latin dan juga Asia Pasifik. Sebagai contoh, mereka menunjukan ketertarikan khusus untuk akses informasi pada mata uang digital atau mata uang kripto.

"Ketidakpastian regulasi dari banyaknya perusahaan telah membuat mata uang kripto terbebas dari serangan penetrasi oleh the wealth management industry," tutur head of Capgemini’s Financial Services Global Strategic Business Unit Anirban Bose.

"Namun derasnya permintaan terkait informasi untuk mata uang kripto terutama di kalangan jutawan milenial secara tak langsung banyak memaksa banyak firma untuk mengembangkan dan menawarkan pandangan pada isu ini untuk beberapa waktu kedepan," tambah dia.

Kata Bose, kesempatan untuk lebih dalam mengenal mata uang kripto bagi para miliarder merupakan salah satu langkah untuk mengelola kekayaan mereka pribadi agar lebih optimal. Oleh karena itu, banyak firma kini menciptakan hybrid solutions agar para klien memiliki akses otomatis pada produk investasi sekaligus memperoleh penasihat dalam model keuangan yang diminati.

"Firma manajemen kekayaan harus mampu bertransformasi dalam hal investasi untuk kebaikan masa depan, yakni untuk kebaikan pendekatan portofolio yang jauh lebih dinamis," tandas dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait