Sukses

Harga Elpiji 3 Kg Nonsubsidi Dibanderol Rp 39 Ribu?

PT Pertamina (Persero) telah uji coba penjualan Elpiji 3 kg nonsubsidi di Tangerang, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah uji coba penjualan Elpiji 3 kg nonsubsidi di Tangerang, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Pertamina akan memproduksi masal Elpiji 3 kg nonsubsidi ini dalam waktu dekat.

Saat ini, Pertamina tengah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas dan Pemerintah Daerah untuk segera memasarkan produk terbarunya itu. 

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, ada produk baru ini untuk menjaga penyaluran Elpiji 3 kg bersubsidi tepat sasaran.

"Karena memang selama ini banyak kalangan mampu yang menggunakan gas melon ini, bukan soal harganya tapi lebih ke praktisnya, maka-nya akan ada gas 3 kg ini namun tidak subsidi," kata Harry di Kementerian BUMN, Kamis (31/6/2018).

Mengenai harganya, Harry mengaku akan memliki selisih jika dibandingkan elpiji 3 kg yang subsidi. Jika harga elpiji 3 kg bersubsidi dijual di kisaran harga Rp 20 ribuan, maka elpiji 3 kg non subsidi ini dijual dengan harga Rp 39 ribu per kg.

Hanya saja harga yang diuji coba tersebut belum tentu sama dengan harga distribusi resmi ke depan. Hal itu masih tergantug keputusan Pertamina. Gas elpiji 3 kg nonsubsidi ini nantinya dijual dengan merek Bright Gas dengan tabung memiliki warna pink. "Jadi ibu-ibu pasti nanti suka, lebih bagus," tegas Harry.

Meski akan ada gas elpiji 3 kg, Harry menjamin ke depan tidak ada pengurangan subsidi gas melon. "Bahkan malah subsidi 3 kg itu setiap tahunnya selalu bertambah," papar Harry.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Warga Garut Kurang Minati Operasi Pasar Elpiji 3 Kg

Sebelumnya, upaya menjamin ketersediaan dan stabilitas harga Elpiji 3 kilogram (kg) di wilayah Garut Jawa Barat, PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar di sejumlah lokasi. Namun berdasarkan pemantauan, jumlah tabung yang tersisa usai operasi pasar masih cukup banyak.

Menurut Unit Manager Communication & Relations Pertamina MOR III Dian Hapsari Firasati menjelaskan, operasi pasar digelar untuk mengantisipasi adanya kenaikan konsumsi Elpiji 3 kg di wilayah Garut.

"Dengan pasokan yang sangat cukup ini maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan Elpiji 3 kg. Tapi jika kita lihat operasi pasar yang digelar terlihat tidak terlalu banyak konsumen yang membeli sehingga sisa tabung masih banyak," kata Dian, di Jakarta, Senin 18 Juni 2018.

Dian mengungkapkan, operasi pasar di tiga titik salah satunya ada di Desa Godog Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Dua lokasi lainnya ada di Jalan Jenderal Sudirman Garut Kota dan Jalan Pasopati, Limbangan Tengah (Dekat Terminal Limbangan).

Pertamina menyiapkan sejumlah 2.240 tabung Elpiji 3 kg yang siap digelontorkan dengan harga resmi Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah tersebut, yaitu Rp 16 ribu per tabung. Di mana saat dilakukan operasi pasar jumlah tabung yang terjual sebanyak 1.315 tabung dan tersisa 925 tabung.

"Masyarakat bisa mendapatkan Elpiji 3 Kg juga di pangkalan resmi dan SPBU di wilayah Garut " ujarnya.

Dian kembali menghimbau, meski Pertamina mempermudah mendapatkan akses Elpiji 3 kg melalui operasi pasar, namun Elpiji bersubsidi tersebut adalah hak untuk masyarakat tidak mampu. Sedangkan warga mampu dihimbau untuk memggunakan non subsidi.

"Apabila menemui kendala dalam mendapatkan Elpiji, masyarakat dapat menghuhungi Pertamina Contact Center 1 500 000," ‎ujar dia.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.