Beroperasi di 2019, Harga Tiket MRT Jakarta Rp 8.500 per Orang?

Oleh Septian Deny pada 13 Jun 2018, 13:40 WIB
Ajak Anak, Anies Baswedan Jajal Kereta MRT di Depo Lebak Bulus

Liputan6.com, Jakarta - Progres pembangunan proyek Mass Rapit Transit atau MRT Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah mencapai 94 persen. Rencananya pada Maret‎ 2019, transportasi massal tersebut akan mulai beroperasi secara komersial.

Lantas berapa harga tiket yang harus dibayar penumpang jika ingin menggunakan alat transportasi ini?

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, saat ini harga tiket MRT masih dalam pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Harga tiket MRT nanti akan tergantung pada subsidi yang diberikan oleh Pemprov.

"Masih dalam proses pembicaraan antara pemerintah provinsi, kita masih akan lihat berapa subsidi yang akan diberikan," ujar dia di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

William mengungkapkan, besaran subsidi yang diberikan juga tergantung pada pembagian aset dari moda transportasi ini.

"(Aset) Masih dibicarakan, karena itu akan menentukan besaran subsidi. Apakah asetnya diserahkan semuanya ke MRT. Kalau berdasarkan Peraturan Gubernur sekarang, aset konstruksi diserahkan kepada pemerintah, aset sistem kereta dirawat oleh MRT," kata dia.

Namun demikian, lanjut William, pihaknya telah menghitung kisaran tiket Rp 8.500. Asalkan, MRT bisa mengangkut penumpang rata-rata 130 ribu orang per hari.

"Masih pembahasan internal. Tetapi kemarin skenario angka tiket MRT Rp 8.500, kira-kira yang keluar itu 130 ribu penumpang. Itu yang ideal. Nanti dari pemerintah bagaimana kebijakannya," ungkap dia.

 

2 of 2

Ditetapkan Agustus Ini

Ajak Anak, Anies Baswedan Jajal Kereta MRT di Depo Lebak Bulus
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi anaknya Kaisar Baswedan berpose untuk difoto saat meninjau kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (12/4).(Liputan6.com/Arya Manggala)

Menurut William, harga tiket ini akan ditentukan pada Agustus 2018. Hal tersebut sesuai dengan alokasi subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 DKI Jakarta.

‎"Sekitar Agustus, karena itu akan masuk subsidi. Masuk dalam APBD oleh pemerintah DKI," tandas dia.

Lanjutkan Membaca ↓