Bulan Puasa, Penjualan Makanan dan Minuman Diprediksi Naik 20 Persen

Oleh Septian Deny pada 21 Mei 2018, 08:20 WIB
Diperbarui 23 Mei 2018, 08:13 WIB
Puasa, Penjualan makanan dan minuman naik

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan produk makanan dan minuman (mamin) ‎sepanjang bulan Ramadan tahun ini diperkirakan meningkat 20 persen. Hal ini seiring dengan peningkatan permintaan produk-produk mamin, khususnya untuk buka puasa dan sahur.

‎Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, pada bulan puasa tahun lalu, penjual produk mamin hanya tumbuh 5 persen. Angka ini turun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun lalu pertumbuhan penjualan di Ramadan hanya 5 persen. Dan tahun ini perkiraan saya bisa kembali normal, sekitar 20 persen. Kalau dulu biasanya 20-30 persen. Tapi perkiraan saya bisa 20 persen," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Adhi menjelaskan, pada Januari-Februari 2018, penjualan produk mamin sedikit lambat. Namun pada Maret mulai ada peningkatan dan April tumbuh cukup signifikan.

"Kalau kita lihat perkembangan penjualan pada 2018, di dua bulan pertama memang agak lambat. Kemudian di Maret sudah mulai ada peningkatan dan April cukup bagus, ada peningkatan yang signifikan. Harapannya Mei juga (bagus). Perkiraan saya sampai Lebaran akan berlanjut. Perkiraan pertumbuhan penjualan rata-rata di atas 20 persen," jelas dia.

Menurut Adhi, faktor pendorong pertumbuhan penjualan ini karena pertumbuhan ekonomi yang lebih baik sehingga membuat daya beli masyarakat menjadi lebih baik. Selain itu, pada Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah.

"Tahun lalu itu karena bersamaan dengan anak masuk sekolah. Kemudian juga kondisi ekonomi tahun lalu lebih lambat dibandingkan tahun ini. Perkiraan saya pertumbuhan ekonomi tahun ini lebih bagus dan momennya tidak bentrok dengan yang lain seperti tahun ajaran baru sekolah," tandas dia.

2 of 2

Penjualan Mobil Bekas Naik 15 Persen Jelang Lebaran

20161006-Mobil Bekas-Jakarta-Angga Yuniar
Sejumlah pengunjung melihat mobil bekas yang dijual di WTC Mangga Dua, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Penjualan mobil bekas atau seken rata-rata meningkat sekitar 15 persen menjelang Lebaran. Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer menuturkan, peningkatan penjualan terjadi mendekati dua minggu sebelum Lebaran.

"Mobil bekas sedikit diuntungkan, penjualan akan sedikit mengalami kenaikan dua minggu sebelum hari H Idul Fitri. Peningkatan hampir 15 persen,” ujar dia dalam SERA Media Gathering 2018, di Hotel Veranda, Jakarta, pada 18 Mei2018.

Fischer mengatakan, tren Lebaran sebetulnya dapat dijadikan momen bagi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarganya dengan jalan-jalan ke kampung halamannya masing-masing. Terlebih, masyarakat yang selama ini jauh dari keluarganya.

"Ada sebagian orang yang merasa bahwa orang pulang ke kampung, menjelang Lebaran banyak yang menginginkan mobil bahkan menukar mobilnya agar terlihat baru. Ada yang ingin menggunakan dan membeli mobil bekas untuk digunakan mudik," ujar dia.

Dia mengatakan, untuk jenis mobil seken yang paling sering dicari khususnya menjelang Lebaran adalah merk MPV, SUV, dan City Car. Dengan kisaran sebesar Rp 100 - 200 jutaan.

Fischer mengatakan untuk memberikan bonus tambahan kepada konsumen Lebaran pada 2018, mobil88 juga telah mengadakan promo 'Ramadhan dan Lebaran Untung 2018'. Program itu berlaku di seluruh cabang selama periode 23 Mei hingga 31 Juni 2018 dalam bentuk cashback.

Selain promo tersebut, mobil88 juga menyediakan berbagai layanan penjualan tamabahan bagi konsumen yang membeli mobil bekas. Yakni dalam bentuk layanan service gratis, dipadu dengan asuransi serta car detailing yang bebas biaya.

Untuk diketahui, mobil88 merupakan dealer mobil seken yang melayani kegiatan jual beli mobil seken berkualitas dengan perlindungan garansi dan kenyamanan dalam bertransaksi. Dari Januari-April 2018, mobil 88 mencatatkan penjualan lebih dari 6.700 mobil dengan rata-rata penjualan per bulan lebih dari 1.670 unit.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓