Menko Darmin: Impor Beras Tambahan Mulai Masuk ke Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 17 Mei 2018, 20:42 WIB
Diperbarui 17 Mei 2018, 20:42 WIB
20161227-Beras-Jakarta-AY
Perbesar
Tumpukan karung beras di pasar induk Cipinang, Jakarta, Selasa (27/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, impor beras tahap kedua sebesar 500.000 ton mulai masuk ke Indonesia. Namun demikian, dia belum dapat menjelaskan berapa jumlah pasti yang telah didatangkan ke dalam negeri. 

"Kalau jalan (beras impor masuk ke dalam negeri) sudah," ujar Menko Darmin Nasution di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut belum dapat menjelaskan terkait sumber impor beras 500.000 ton yang sebelumnya dikabarkan berasal dari Vietnam dan Thailand. Dia menuturkan, hal tersebut telah ditugaskan kepada Perum Bulog.

"Kalau dari mananya, Bulog yang harus kalian tanya," kata dia. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, tambahan izin impor beras sebanyak 500.000 ton yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand untuk meningkatkan stok beras Bulog.

Sebab, sebagai BUMN yang bertugas menjaga ketersediaan pangan, Bulog harus memiliki stok yang cukup dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan seperti beras.

"Bulog harus punya cadangan beras yang mencukupi, jadi supaya bisa cukup sebagai buffer stok," ujar dia di Kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis 17 Mei 2018.

Dia menambahkan, meski saat ini Bulog memiliki stok beras lebih dari 1 juta ton, namun stok yang ada tersebut bisa saja digelontorkan sewaktu-waktu dalam rangka mengendalikan harga. Terlebih saat memasuki Ramadan seperti sekarang. Permintaan pangan cenderung akan meningkat. "Ini untuk menjaga saja supaya kita lebih kuat lagi," kata dia.

Meski demikian, dia memastikan memasuki Ramadan rata-rata harga beras secara nasional terkendali. Bahkan sebagai besar telah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag.

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemerintah Impor Beras Lagi 500 Ribu Ton hingga Juli

20151112-Beras Vietnam-Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta
Perbesar
Tumpukan karung beras asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/11). Beras impor sebanyak 27 ribu ton tersebut direncanakan pemerintah untuk menjaga kestabilan persediaan beras nasional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan pemerintah kembali menerbitkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton kepada Perum Bulog. Nantinya, izin impor tersebut akan dibatasi hingga Juli ini.

"Sudah ada. Jadi sudah kita luncurkan sampai  Juli. Terserah Bulog, tapi intinya kita itu memberikan negara asal ke mereka (Bulog). Ada Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India. Total keseluruhan 500 ribu," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 15 Mei 2018.

"Pokoknya saya sudah menjalankan tugas saya dengan memberikan persetujuan impor untuk 500 (ribu ton) yang kedua," tambah Oke.

Oke mengatakan, alasan penambahan tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah untuk menurunkan harga beras yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

"Karena dibutuhkan. Dalam negeri pasokan dan harga maish tinggi," ujar dia.

Sebagai informasi, pada awal 2018, pemerintah telah memutuskan mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500 ribu ton. Dengan adanya penambahan ini, maka total impor beras yang dikeluarkan pemerintah mencapai 1 juta ton.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya