Ekspor Langsung ke AS, Jokowi Buktikan Peran RI di Kawasan Indo-Pasifik

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 15 Mei 2018, 19:26 WIB
Diperbarui 15 Mei 2018, 19:26 WIB
Tunjukkan Ekonomi Berjalan Baik, Jokowi Lepas Langsung Ekspor ke AS
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) melepas ekspor produk manufaktur ke Amerika Serikat (AS) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). Pelepasan ini untuk membuktikan perekonomian berjalan baik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Selasa sore membuktikan pentingnya peran Indonesia dalam peningkatan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.

Pembuktian tersebut adalah dengan dilakukannya ekspor langsung (direct call) produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Produk-produk Indonesia yang diekspor ke AS antara lain produk alas kaki, tekstil hingga barang-barang elektronik.

"Ekspor kita ke AS pada sore hari ini  adalah penanda bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam ekonomi di Indo Pasifik dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara," tegas Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Jokowi mengaku saat ini pemerintah terus bergerak untuk bisa berkontribusi dalam peningkatan ekonomi kawasan. Dengan begitu, Indo Pasifik ke depannya akan menjadi pusat perdangan dan industri di dunia.

"Di saat yang bersamaan peningkatan ekspor akan terus kita tingkatkan sehingga akan terus meningkatkan pertumbuhan kita," ujar dia.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta kepada pada eksportir untuk memanfaatkan fasilitas kapal-kapal ukuran besar yang saat ini setiap minggu sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Lantaran menggunakan kapal besar biaya logistik akan lebih murah.

Seperti yang dilepas Jokowi Selasa sore ini adalah kapal CMA CGM Tage yang melayani rute langsung atau direct call akan bertolak dari Terminal Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju tujuan akhir Los Angeles, Amerika Serikat. 

Perlu diketahui, Kapal layanan Direct Call CMA CGM Tage yang berlabuh pada Minggu 13 Mei 2018 ini memiliki kapasitas sekitar 10.000 TEUs. Kapal berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage) dengan ukuran panjang 300 meter ini merupakan satu dari beberapa kapal raksasa, yang kini secara rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Selain kapal CMA CGM Tage, ada beberapa kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti generasi Post – Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10.000 TEUs, dengan bobot hampir 130 ribu GT, dan panjangnya mencapai 347 meter. (Yas)

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jokowi Lepas Langsung Ekspor Indonesia ke AS

Tunjukkan Ekonomi Berjalan Baik, Jokowi Lepas Langsung Ekspor ke AS
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyalami menteri BUMN Rini Soemarno saat melepas ekspor produk manufaktur ke AS dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Selasa sore secara langsung melepas ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Produk-produk yang diekspor mulai dari produk tekstil hingga produk alas kaki.

Yang lebih spesial dalam ekspor langsung (direct call) ini adalah dengan menggunakan kapal raksasa ukuran 10 ribu TEUS dari CMA CGM.

"Dengan kapal besa kita ingin tunjukkan bahwa ekonomi kita tetap jalan dengan baik, tangguh, terus bergerak. Makanya saya datang ke Tanjung Priok dalam rangka pelepasan ekspor ke Amerika Serikat," kata Jokowi di Tanjung Priok, Selasa 15 Mei 2018.

Jokowi juga mengapresiasi apa yang dilakukan PT Pelindo II (Persero) dengan terus mendatangkan kapal-kapal ukuran jumbo. Kapal CMA CGM dengan ukuran mulai dari 8.000 TEUS hingga 10 ribu TEUS ini kini sudah berlabuh di Priok selama satu minggu sekali.

Dengan menggunakan kapal-kapal besar dalam melakukan direct call ini, Jokowi klaim biaya ekspor bisa lebih murah. "Tadi saya tanya ke Dirut Pelindo II kalau menggunakan kapal besar ini bisa hemat USD 300 per kontainer," tegas Jokowi.

Dia menuturkan, apa yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok ini menjadi bagian dari rencana pemerintah menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan dunia. Dengan begitu, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dan biaya logistik lebih efisien. (Yas)

 

Lanjutkan Membaca ↓