Masih Terdampak Abu Merapi, Bandara Adisutjipto Kembali Ditutup hingga Sore

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Mei 2018, 14:51 WIB
Diperbarui 13 Mei 2018, 14:13 WIB
Bandara Adisutjipto

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) B3567/2018 mengenai penutupan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Dalam NOTAM tersebut, dinyatakan bahwa Bandara Adisutjipto kembali ditutup hingga sore hari Pukul 16.30 WIB. "Penutupan ini merupakan dampak dari hasil letusan Gunung Merapi pagi tadi," jelas Manajer Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

AirNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan.

Sebelumnya, Airnav juga sempat menutup Bandara Adisutjipto, tetapi penutupan tersebut hanya selama 58 menit yaitu dari Pukul 10.42 hingga pukul 11.40 WIB. Penutupan tersebut karena bandara internasional tersebut terdampak debu vulkanik hasil letusan Gunung Merapi.

2 dari 2 halaman

Letusan Freatik

merapi
Letusan Freatik yang sempat direkam dari jarak beberapa ratus meter, tepatnya di Pasar Bubrah. (foto: Liputan6.com/alpend'90/edhie prayitno ige)

Untuk diketahui, aktivitas Gunung Merapi terpantau meningkat. Gunung tersebut meletus sekitar pukul 07.43 WIB, Jumat (11/5/2018).

"Hanya suara gemuruh yang besar dan getaran kami rasakan di jarak 22 km," kata salah seorang warga melalui jejaring sosial WhatsApp kepada Liputan6.com.

Menurut BPBD Kabupaten Magelang, terjadi letusan freatik Gunung Merapi. Karena peristiwa ini, pihak BPBD Magelang mengimbau warga untuk menjauhi radius 3 km.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang. Jauhi radius 3 km dari puncak Merapi," tulis keterangan dari BPBD Magelang kepada media.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓