10 Anak Usaha BUMN Bakal Melantai di Bursa Tahun Ini

Oleh Bawono Yadika pada 09 Mei 2018, 11:45 WIB
Diperbarui 11 Mei 2018, 11:13 WIB
Bursa Efek Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan ada 10 anak usaha perusahaan pelat merah yang akan menawarkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2018.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, kondisi pasar menjadi pertimbangan penting untuk lakukan pencatatan saham perdana (Innitial Public Offering/IPO) bagi anak perusahaan BUMN tersebut.

"List-nya sudah ada, sudah ada anak-anak BUMN bakal IPO. Yang masuk usulan ke kita ada 10 di tahun ini. Tapi masih lihat situasi dan kondisi market dulu," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Sayangnya Aloysius masih belum bisa menyebut anak usaha BUMN yang bakal go public tersebut. "Saya belum bisa bilang dulu," tuturnya.

Aloysius menuturkan, kondisi ketidakpastian pasar yang diikuti dengan pelemahan rupiah tidak menjadi penghalang bagi anak-anak usaha BUMN untuk melangkah IPO. 

"IHSG anjlok atau rupiah melemah, Itukan kebijakan moneter dong, saya enggak tahu. Itu kebijakan moneter," ujarnya.

Sementara itu, terkait isu PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan IPO pada tahun ini, dia mengaku hal itu masih dalam kajian dan belum bisa ditentukan.

"Belum ya, belum (Nindya Karya). Mungkin masih dalam kajian. Karena kan dia di restruct, jadi emang ada tahap-tahapnya dulu. Masih panjang. Jadi ini masih baru kajian," tandas Aloysius. 

2 of 2

Melantai Perdana di BEI, Saham BRISyariah Melambung 19 Persen

PT Bank BRI Syariah Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)
PT Bank BRI Syariah Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/5/2018). (Bawono/Liputan6.com)

PT Bank BRISyariah Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ini. Perusahaan dengan kode efek BRIS tersebut merupakan perusahaan ke-11 yang melantai di bursa Indonesia pada tahun ini.

Perusahaan juga merupakan emiten bank syariah dengan status anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang melakukan penawaran saham perdana  atau Innitial Public Offering (IPO).

"Ini sinyal yang bagus bagi kita semua. Syariah di Inggris menjadi suatu yang sangat terkenal sekali. Semoga di dunia bisa terkenal bahwa Indonesia memiliki produk syariah yg berkualitas termasuk BRI Syariah," tutur Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Gedung BEI, Rabu (9/5/2018).

Pada pencatatan perdana tersebut, saham BRIS naik 19,61 persen atau 100 poin ke level ke Rp 610. Saham BRIS ditransaksikan sebanyak 55 kali dengan volume sebanyak 31.986 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 1,86 miliar.

BRISyariah melepas 2,6 miliar lembar saham baru atau sebesar 27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga sebesar Rp 510 per saham. Perseroan berhasil mencatatkan oversubscribe sebanyak 2 kali.

”Kami senang dan bersyukur dapat mencapai hari yang bersejarah bagi BRIsyariah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh investor, pihak terkait yang telah bekerjasama selama proses IPO, serta pimpinan dan karyawan BRI syariah atas kerja kerasnya," ujar Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso.

Adapun penjamin pelaksana emisi perseroan (underwriters) yakni Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan indoPremier Sekuritas dengan kesanggupan penuh (full commitment) berdasarkan hasil penawaran awal (bookbuilding).

Perseroan akan menggunakan 80 persen dana IPO untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan, 12,5 persen untuk pengembangan sistem teknologi informasi, serta 7,5 persen untuk pengembangan jaringan kantor cabang dari Sabang (Sumatera) sampai Merauke (Papua).

”Kami ingin menjadi Game Changer bagi perbankan syariah melalui akselerasi ekspansi bisnis syariah, terutama dalam peningkatan pembiayaan,” tandas Hadi.

Lanjutkan Membaca ↓