Tips Beli Rumah dengan Gaji Sesuai UMR

Oleh Arthur Gideon pada 05 Mei 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2018, 10:00 WIB
20150917-Pameran-property-2015-Jakarta
Perbesar
Sebuah miniatur rumah terlihat saat pameran Property Week 2015 di Jakarta, Kamis (17/9/2015). 140 pengembang mengisi pameran tersebut dan di harapkan dapat mengembalikan dinamisme industri properti di dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga rumah yang terus merangkak naik kerap menjadi batu sandungan untuk masyarakat membeli rumah, terutama bagi mereka karyawan yang memiliki gaji sebatas UMR (upah minimum regional).

Namun tenang saja, bagi Anda yang memiliki penghasilan UMR, sebenarnya masih bisa kok membeli rumah.

Nah, dalam rangka Hari Buruh yang dirayakan setiap 1 Mei, Lamudi.co.id kali ini akan membagikan tips membeli rumah untuk karyawan dengan gaji UMR:

Harus Hemat dengan Gaji Kecil

Hemat pangkal kaya. Tentu Anda sering mendengar ungkapan tersebut bukan? Walau gaji kecil, untuk membeli rumah, hal pertama yang dilakukan adalah berhemat.

Sebisa mungkin Anda harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang Anda untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apa lagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.

Tanamkan dalam diri Anda, rumah adalah keperluan utama, bukan gadget baru, ataupun kendaraan baru. Jadi beli rumah dengan gaji kecil bukanlah hal yang tidak mungkin.

 

2 dari 5 halaman

Menabung Walau Gaji Kecil

Rumah.com REI & Furniture Expo Jabar 2016 Digelar Kembali
Perbesar
Di tengah kondisi properti yang lesu, Pameran properti REI Expo Jabar 2016 berupaya mendorong animo masyarakat

Sekadar hemat tentu tidak cukup, Anda pun diwajibkan untuk menabung dengan konsisten. Sisihkan uang gaji Anda minimal 20 persen setiap bulannya, buatlah rekening khusus pada bank dan jangan bercampur dengan rekening untuk pengeluaran harian.

Lantas bagaimana jika pendapatan yang didapat ternyata hanya cukup untuk keperluan sehari-hari? Kalau sudah begini ceritanya tentu Anda harus mulai untuk berpikir mencari penghasilan tambahan, mulailah untuk membuat bisnis sampingan guna menambah pundi-pundi rupiah Anda.

Pilih bisnis sampingan yang tidak menghabiskan banyak modal seperti agen properti ataupun bisnis online.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Jangan Mengontrak

20150917-Pameran-property-2015-Jakarta
Perbesar
Pengunjung melihat pameran Property Week 2015 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (17/9/2015). 140 pengembang mengisi pameran tersebut dan di harapkan dapat membantu mengembalikan dinamisme industri properti di dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jangan pernah terlintas di pikiran Anda untuk mengontrak, karena hal tersebut justru akan membuat boros.

Contohnya jika Anda kebetulan mengontrak dengan biaya Rp 1 juta per bulan, maka dalam waktu setahun dana yang harus dikeluarkan berjumlah Rp 12 juta. Angka tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai uang muka untuk membeli rumah subsidi.

Jadi, sebaiknya sebisa mungkin Anda tidak memilih mengontrak. Namun, jika hal tersebut terpaksa dilakukan, sebaiknya Anda mencari rekan yang dapat diajak untuk patungan membayar kontrakan.

 

 

 

 

4 dari 5 halaman

Pilih KPR

20160217-BI Rate Turun, Penjualan Properti 2016 Diramal Naik 5%-10%-Jakarta
Perbesar
Pengunjung bermain ponsel saat mengunjungi pameran Indonesia Properti Expo 2016, Jakarta, Rabu (17/2). Penjualan properti tahun ini diprediksi mengalami peningkatan dikisaran 5%-10% jika suku bunga acuan BI turun 50 basis poin (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Setelah berhasil untuk mengumpulkan uang down payment dari berhemat dan menabung, langkah selanjutnya Anda mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR). Langkah ini merupakan solusi yang paling tepat untuk membeli rumah bagi Anda yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar dengan cara tunai ataupun cash bertahap.

Jika Anda ingin mengambil rumah dengan skema KPR sebaiknya carilah bank yang menawarkan bunga yang paling rendah karena hal tersebut tentu akan memudahkan untuk membayar cicilan bunga.

Lantas bagaimana ceritanya, jika penghasilan kita ternyata tidak cukup untuk mengajukan KPR. Tidak perlu khawatir. karena Anda pun bisa mengajukan KPR subsidi, jenis kredit ini memang khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Jenis KPR subsidi memiliki banyak keunggulan, seperti harga rumah yang relatif lebih murah, bunga flat 5 persen, dan jangka waktu peminjaman hingga 20 tahun lamanya.

Syarat untuk mengajukan KPR jenis ini adalah gaji pemohon maksimal Rp 4 juta untuk membeli rumah dan gaji maksimal Rp 7 juta untuk membeli apartemen. Selain itu, jenis KPR ini hanya dikhususkan bagi pemohon yang belum pernah memiliki rumah.

 

5 dari 5 halaman

Ikut Lelang Rumah

20160217-BI Rate Turun, Penjualan Properti 2016 Diramal Naik 5%-10%-Jakarta
Perbesar
Sejumlah maket perumahan saat pameran Indonesia Properti Expo 2016 di Senayan, Jakarta, Rabu (17/2). Penjualan properti tahun ini diprediksi mengalami peningkatan di kisaran 5%-10% jika suku bunga acuan BI turun 50 basis poin (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah.

Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank.

Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓