Pertamina Hulu Energi Pasok Gas buat Kilang

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Mei 2018, 17:38 WIB
Diperbarui 04 Mei 2018, 17:38 WIB
Gas Bumi
Perbesar
Ilustrasi Foto Gas Bumi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui dua anak perusahaannya yaitu PT PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan PT PHE Jambi Merang, memasok gas untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Direktur Operasi & Produksi PHE, Ekariza mengatakan, pasokan gas akan dialirkan melalui PT Pertagas Niaga dan PT Pertamina Gas. PJBG merupakan upaya PHE dengan mitra untuk memonetisasi gas guna mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami juga berharap bahwa dengan perjanjian ini, PHE sebagai salah satu anak perusahaan Pertamina dapat terus berkontribusi secara berkesinambungan terhadap pemenuhan target produksi migas nasional dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri," kata Ekariza, saat melakukan PJBG, dalam the 42nd IPA Covention and Exhibition, di Jakarta Jumat (4/5/2018).

Pasokan gas dari wilayah kerja ONWJ sebesar 16,28 Trillion British Thermal Unit (TBTU), mencakup 5 BBTUD jumlah penyerahan harian pada 2017- 2025.

Sementara pada 2026, jumlah penyerahan harian sebesar 2,7 BBTUD. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gas industri di Jawa Barat, yang trennya terus meningkat.

Presiden Direktur Pertagas Niaga, Linda Sunarti melanjutkan, pasokan dari Pertamina Hulu Energi Jambi Merang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lifting minyak dan bahan bakar di Pertamina Refinery Unit (RU) II di Dumai.

Sedangkan perjanjian kedua adalah PJBG dari wilayah kerja Jambi Merang, yang berasal dari lapangan Sungai Kenawang dan Pulau Gading yang dioperasikan oleh JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, dengan total pasokan gas sebesar 2,67 TBTU dengan jumlah penyerahan harian hingga 23 BBTUD.

Adapun rincian alokasi masing-masing sebesar 17 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan RU II Dumai dan sebesar 6 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan produksi migas di Wilayah Kerja Bumi Siak Pusako.

"Target pengaliran pertama diharapkan pada saat RU II Dumai siap beroperasi yang diharapkan pada bulan Oktober 2018,‎" ujar dia.

 

Skema Bagi Hasil Gross Split Bikin Investasi PHE ONWJ Meningkat

20151007-Ilustrasi Tambang Minyak
Perbesar
Ilustrasi Tambang Minyak (iStock)

Sebelumnya, penerapan bagi hasil produksi minyak dan bumi‎ (migas) dengan sistem gross split membuat investasi pada kegiatan pencarian migas meningkat. Hal ini dialami PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

‎Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, PHE ONWJ merupakan perusahaan pencari migas atau Kontraktor Kontra Kerja Sama (KKKS) yang pertama menggunakan skema bagi hasil gross split.

‎"Dapat kami informasikan bahwa Pertamina Hulu Energi adalah KKKS pertama menerapkan skema gross split untuk lapangan ONWJ," kata Djoko, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 4 April 2018.

Djoko mengungkapkan, ketika masih mengunakan skema cost recovery anggaran investasi melalui belanja modal (capital expenditure/capex) dan belanja operasi (operational expenditure/opex) USD 322 juta pada 2016.

Setelah pemerintah mengubah skema bagi hasil migas menjadi gross split, investasi ONWJ meningkat menjadi mencapai USD 347 juta pada 2017. Kemudian meningkat menjadi US$ 513 juta pada 2018.

‎"Setelah setahun berjalan, bila kita cermati angka capex dan opex dari lapangan ONWJ 2016 ketika masih menerapkan PSC cost recovery mengalami penurunan dibandingkan dengan 2017 dan rencana 2018 yang mengalami kenaikan," ujar Djoko.

Djoko menuturkan, penerapan skema bagi hasil migas gross split membawa dampak positif pada peningkatan investasi PHE ONWJ‎, ketimbang bagi hasil migas dengan skema cost recovery.

"Hal ini memberikan gambaran skema gross split mendorong peningkatan investasi di lapangan ONWJ dibandingkan dengan skema cost recovery," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin menyebutkan, setelah menerapkan skema bagi hasil migas gross split perusahaannya mengembangkan lima sumur eksplorasi, workover lima sumur dan melakukan studi eksplorasi.

Sedangkan pada 2018, PHE ONWJ berencana melakukan pengembangan 8 sumur eksplorasi, studi seismik 2-Dimensi dan 3-Dimensi masing-masing 1 sumur, serta studi eksplorasi pada lima titik.

"Kami sudah berkomitmen dan kembangkan lapangan yang baru ditangani. Kami untuk bisa mencapai rencana kerja jadi harus melakukan itu," ujar dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓