Serap 70 Persen Pekerja Lokal, Meureubo Energi Bangun PLTA di Aceh Barat

Oleh Liputan6.com pada 03 Mei 2018, 21:09 WIB
Diperbarui 05 Mei 2018, 20:13 WIB
20170406- Ilustrasi PLTA

Liputan6.com, Jakarta PT Meurebo Energi Indonesia menandatangani kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) dengan Pemda Aceh Barat terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Perusahaan ini terpilih menjadi investor dan perusahaan yang akan membangun PLTA dengan kapasitas 60-80 Megawatt.

Salah satu isi kesepakatan yang menjadi penekanan adalah, Pemkab Aceh Barat meminta pihak perusahaan mempekerjakan masyarakat aceh barat dengan komposisi 70 persen dan dari luar 30 persen.

"MoU ini menindaklanjuti dari pertemuan di Bali pada awal 2018 lalu," kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS sambil menjelaskan bahwa PLTA akan mulai dibangun tahun ini.

Selain tenaga kerja, Bupati Ramli juga meminta Meurebo Energi Indonesia membangun sekolah serta memberikan bea siswa kepada putra putri Aceh Barat yang berprestasi, agar dikemudian hari dapat dipekerjakan di perusahaan yang akan mendistribusikan aliran listrik tersebut.

"Ini agar pembangunan berdampak luas bagi masyarakat Aceh Barat, khususnya di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan," ujarnya.

Direktur PT Meureubo Energi Indonesia, Abdul Djalil menyambut gembira kesepakatan yang dicapai kedua pihak. Dia menjamin, tenaga kerja untuk pembangunan PLTA akan mengutamakan warga lokal dengan komposisi sebesar 70 persen seperti tertuang dalam MoU.

"Kami juga akan membangun sekolah seperti yang diminta Pak Bupati," ujar Abdul Djalil.

Reporter: Idris Rusadi

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Penyerapan Pekerja Lokal Jadi Wujud Komitmen

PT Meurebo Energi Indonesia akan membangun PLTA berkapasitas 60-80 Megawatt di Aceh Barat.(Dok)
PT Meurebo Energi Indonesia akan membangun PLTA berkapasitas 60-80 Megawatt di Aceh Barat.(Dok)

Abdul mengatakan, pembangunan sekolah dan penyerapan 70 persen tenaga kerja lokal adalah wujud komitmen perusahaan untuk selalu memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.

"Kami berharap kedekatan psikologis dan sinergi dengan masyarakat setempat akan semakin memperkuat pondasi pembangunan, sehingga akhirnya bisa bermanfaat besar buat masyarakat dan juga perusahaan," ujarnya.

Perlu diketahui, pembangunan proyek PLTA 60-80 Megawatt tersebut direncanakan akan dibangun di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat.

Sementara R Donny Adam, putra daerah Aceh Barat yang secara tidak langsung juga ikut berkontribusi dalam menyukseskan penandatanganan MoU ini berharap ke depannya Aceh Barat bisa lebih maju dari kabupaten lainnya. "Semoga tidak ada lagi pengangguran di kota kelahiran ibu saya," ucap Donny.

Lanjutkan Membaca ↓