33 Ribu KK di Tasikmalaya Nikmati Listrik dari Pembangkit Panas Bumi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Apr 2018, 18:16 WIB
Diperbarui 02 Mei 2018, 18:13 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) optimis Proyek PLTP Karaha yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akan beroperasi komersial akhir bulan ini. (Dok PGE)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit I dengan kapasitas 30 Mega Watt (MW). Pembangkit tersebut akan menerangi 33 ribu rumah di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal Energy‎ Tafif Azimudin mengatakan, PLTP Karaha Unit I merupakan bagian dari program 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah, guna meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa-Bali dengan tambahan pasokan listrik sebesar 227 gigawatt hour (GWh) per tahun.

"Pembangunan proyek PLTP Karaha ini juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat di sekitar proyek yang direalisasikan dalam program Community Development," kata Tafif, di Jakarta, Senin (30/4/2018).‎

Total investasi PLTP Karaha Unit I mendekati US$200 juta, meliputi pemboran, pemipaan, pembangunan power plant dan jalur transmisi hingga tercapainya tanggal operasi komersial.

Selama masa proyek pembangunan PLTP ini, PGE melakukan pengeboran sebanyak 10 sumur, termasuk sumur injeksi dan sumur monitor.

"Dalam pembangunannya, PLTP Karaha Unit I merupakan proyek terlengkap. Dimana PGE mngerjakan sendiri mulai dari sub-surface, eksplorasi, pemipaan, powerplant hingga tower transmisi listrik sepanjang 25 KM," paparnya.

 

2 of 2

Berkontribusi ke Pendapatan Daerah

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) optimis Proyek PLTP Karaha yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akan beroperasi komersial akhir bulan ini. (Dok PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) optimis Proyek PLTP Karaha yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akan beroperasi komersial akhir bulan ini. (Dok PGE)

PLTP Karaha berkontribusi besar pada Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah.

Dalam pengembangannya, PLTP Karaha juga memanfaatkan energi bersih dan ramah lingkungan. Pemanfaatannya akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 202 ribu ton CO2 per tahun.

Dengan beroperasinya PLTP Karaha milik PGE tersebut maka total kapasitas terpasang PGE adalah 617 MW, terdiri dari Kamojang - Jawa Barat 235 MW, Lahendong - Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu - Lampung 220 MW, Sibayak - Sumatera Utara 12 MW dan Karaha - Jawa Barat 30 MW.

"Pada‎ 2017 PGE Area Karaha, telah merealisasikan biaya Community Development sebesar Rp 830 juta untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓