Kinerja di Atas Industri, Saham Telkom Diprediksi Masih Jadi Pilihan

Oleh Nurmayanti pada 25 Apr 2018, 19:24 WIB
Telkom

Liputan6.com, Jakarta Kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) atas rata-rata industri sepanjang 2017. Saham perseroan pun dinilai tetap menjadi pilihan bagi investor.

Ini seiring tingkat profitabilitasnya yang tinggi, dibanding emiten sejenis di sektor telekomunikasi yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Riset Narada Kapital, pada 18 April 2018 menyatakan Return on Equity (ROE) Telkom pada akhir tahun 2018 bisa mencapai sebesar 20 persen.

ROE menunjukkan tingkat profitabilitas emiten mengacu pada tingkat pengembalian laba terhadap modal. Angka ROE yang tinggi menjadi salah satu indikator saham tersebut layak dikoleksi oleh investor.

"Kami melihat harga wajar saham Telkom pada 12 bulan mendatang akan berada di level Rp 4.950. Masih terdapat potensi kenaikan harga saham Telkom sebesar 25,58 persen dari harga saat ini di level Rp 3.690. Kami melihat Telkom di tahun 2018 ini Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share/EPS)bisa tumbuh 12persen dari EPS tahun 2017 sebesar Rp 219 menjadi Rp 245 di akhir tahun 2018," tulis Kiswoyo Adi dari Narada Kapital dalam kajian itu.

Dia mengatakan, kemungkinan besar pada bulan Juli atau Agustus 2018 Telkom akan meluncurkan satelit terbarunya yaitu satelit Telkom 4. Total investasi keseluruhan untuk Telkom 4 sebesar USD 190 juta.

Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India. Satelit Telkom 4 dapat meningkatkan pendapatan dan net profit Telkom dari menyewakan transponder.

"Pendapatan dan net profit TLKM juga diprediksi akan meningkat selama masa Lebaran. Hal ini terjadi dikarenakan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan telepon dan data seluler selama bulan lebaran," jelas dia.

 

2 of 2

Kinerja Keuangan

Telkom
Tim teknisi Telkom melakukan re-pointing layanan TVRI di Papua sebagai tindakan pemulihan gangguan satelit Telkom 1. (Doc: Telkom)

Dalam catatan Narada Kapital, sepanjang 2017 Telkom berhasil membukukan laba sebesar Rp 22,1 triliun atau naik 14,4 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 19,35 triliun.

Sementara dari sisi pendapatan sebesar Rp 128,3 triliun atau tumbuh sebesar 10,2 persen dibanding sebelumnya yang sebesar Rp 116,33 triliun.

Pertumbuhan Telkom ini di atas rata-rata industri yang low single growth dibanding yang lain seperti Indosat dan XL.

XL Axiata berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp 375 miliar sepanjang 2017, turun dibandingkan dengan periode sama 2016 sebesar Rp 376 miliar.

Anak usaha Axiata itu sepanjang 2017 perseroan berhasil meraih pendapatan Rp 22,87 triliun atau naik 7 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 21,34 triliun.

Indosat mencatat laba bersih sepanjang 2017 sebesar Rp 1,135 triliun, tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode 2016 sebesar Rp 1,105 triliun.

Anak usaha Ooredoo sepanjang 2017, berhasil membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 29,92 triliun naik tipis 2,5 persen dibanding 2016 sebesar Rp 29,184 triliun.

Tiga operator besar ini adalah penguasa 95 persen pasar seluler di Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait