Bos BCA Targetkan Kredit Tumbuh 9 Persen di Akhir Tahun

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2018, 20:01 WIB
Diperbarui 25 Apr 2018, 19:13 WIB
ATM BCA.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja mengaku yakin jika perseroan mampu menumbuhkan kredit hingga 9 persen pada akhir 2018. Tercatat, pada kuartal I/2018, BCA mencapai pertumbuhan kredit sebesar 15,0 persen secara tahunan.

"Jadi, sementara kita tetap saja proyeksi, kita sampai akhir tahun sekitar year to date sampai Desember 2018 sekitar 9 persen. Namun, dengan catatan tahun lalu target kita 9 persen, tetapi pada akhirnya kita bisa mencapai hingga 12,5 persen," kata dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Jahja mengungkapkan, keberhasilan pertumbuhan kinerja bisnis kredit pada kuartal I/2018 yang mencapai 15 persen cukup mengejutkan. Sebab, pada kuartal I tiap tahunnya, pertumbuhan kredit BCA selalu negatif.

"Apa yang terjadi di kuartal I ini, kita surprise. Bahwa year on year itu naik sampai 15 persen. Karena tertolong juga dari kuartal IV tahun lalu yang naik luar biasa dan ternyata kuartal I masih positif 0,5 persen, kecil, tetapi itu sangat tinggi. Biasa Q I itu negatif. Kalau melihat ini sampai akhir tahun kita optimis," paparnya.

Sebelumnya, Jahja merinci portofolio kredit terdiri atas kredit korporasi meningkat 17,6 persen menjadi Rp 179,4 triliun, sementara kredit komersial dan UKM naik 14,4 persen menjadi Rp 166,7 triliun.

Pada kuartal I 2018, permintaan kredit segmen bisnis lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Kredit konsumer tumbuh 12,0 persen menjadi Rp 123,9 triliun didukung oleh produk-produk kredit konsumer yang inovatif.

“Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah naik 10,6 persen menjadi Rp 71,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 146 persen menjadi Rp 40,2 triliun,” ungkapnya.

Sementara, di periode yang sama, outstanding kartu kredit mencatat pertumbuhan sebesar 12,3 persen, menutup kuartal pertama dengan outstanding sebesar Rp11,8 triliun.

Jahja mengatakan, meningkatnya portofolia kredit BCA di Triwulan I 2018 ini cukup bagus. Kenaikan ini, menurutnya sejalan dengan upaya BCA dalam mendukung kebutuhan pembiayaan nasabah dan mempertahankan pertumbuhan dana yang solid.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

BCA Kantongi Laba Bersih Rp 5,5 Triliun di Kuartal I

Bayar Pajak Lebih Mudah dan Cepat Lewat BCA
Bagi para nasabah BCA, pembayaran pajak bisa dilakukan melalui counter cabang BCA, Klik BCA Bisnis, dan ATM BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih Rp 5,5 triliun pada kuartal I 2018,  naik 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5 triliun.

Sedangkan, pendapatan oprasional BCA terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan oprasional lainnya, meningkat 8,7 persen menjadi Rp 14,7 triliun dari sebelumnya Rp 13,5 triliun.

"BCA kembali berhasil mencapai pembiayaan nasabah dan mempertahankan pertumbuhan dana yang solid," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja kuartal pertama tahun 2018, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,0 persen menjadi Rp 583,5 triliun. Dimana current account and saving account (CASA) berkontribusi sebesar 77,3 persen dari pertumbuhan DPK.

CASA tercatat tumbuh sebesar 11,3 persen menjadi Rp 451,1 triliun hingga Maret. Terdiri dari dana tabungan yang tumbuh positif sebesar 10,8 persen menjadi Rp 297,2 triliun.

Sementara dana giro meningkat 122 persen mencapai Rp 153,8 triliun. Adapun dana deposito tercatat sebesar Rp 132,5 triliun atau tumbuh 2,1 persen.

"Perkembangan produk dan layanan penyelesaian pembayaran (payment settlemen) yang inovatif berperan penting dalam mempertahankan pertumbuhan dana CASA," ujarnya.

Dengan pencapaian tersebut, lanjut Jahja, BCA tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia untuk jangka ke depan. Di mana, perusahaan dikatakan secara konsisten beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku nasabah di era digital ini.

"Customer experience dan loyalitas nasabah merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian kinerja bisnis bank yang berkelanjutan," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait