Di Depan Mahasiswa UGM, Menteri Rini Beberkan Cara Kelola 143 BUMN

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 12 Apr 2018, 20:29 WIB
Menteri BUMN Rini M Soemarno memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM di Auditorium Kampus UGM Yogyakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno memberikan kuliah umum bertema 'Executive Series: Nurturing and Managing Leaders In State- Owned Enterprises of Indonesia ' bagi mahasiswa Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) di Auditorium Kampus UGM Yogyakarta pada pada Kamis ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini memaparkan tentang strategi pengelolaan 143 BUMN yang bernaung di bawah Kementerian BUMN.

Menurut Rini, BUMN sebagai korporasi milik negara dalam praktiknya harus dikelola secara profesional, transparan dan mampu menciptakan nilai serta berkontribusi bagi negara. Oleh karena itu dirinya mengakui memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk terus menjadikan BUMN-BUMN semakin kuat dan bertahan di masa-masa mendatang.

Untuk dapat mengelola BUMN secara profesional, menurut Rini, standarisasi pengelolaan berupa kompetensi dan kualifikasi wajib ditetapkan bagi Direksi yang memimpin BUMN.

“BUMN dimiliki oleh rakyat Indonesia sehingga harus dikelola secara profesional, harus mencetak keuntungan dan di saat yang sama juga harus menjadi agen pembangunan. Di tahun 2017, aset BUMN tercatat sebesar Rp 7.212 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 4.387 triliun di 2014,” jelas Rini dalam keterangan tertulis, Kamis (12/4/2018).

Dalam menjalankan perannya, Rini juga terus mendorong BUMN untuk mampu menjalankan fungsinya sebagai agen pembangunan yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.

BUMN hadir dalam setiap pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang mendukung perekonomian Indonesia secara langsung seperti pembangunan tol laut, darat dan udara serta proyek-proyek yang mendukung peningkatan elektrifikasi dan pemertaan ekonomi di wilayah terluar.

 

2 of 2

Peran BUMN kepada Pembangunan

Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ruas Ngawi-Wilangan) pada Kamis, (29/3/32018). (Dok Jasa Marga)
Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ruas Ngawi-Wilangan) pada Kamis, (29/3/32018). (Dok Jasa Marga)

Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sudah 568 km jalan tol telah dibangun, atau hampir mencapai panjang jalan tol yang dibangun sejak tahun 1980 hingga tahun 2014 yang tercatat sepanjang 700 km.

Di sisi lain, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini sudah mencapai 95 persen yang didukung dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang mencapai 17.000 MW atau sudah melampaui 50 persen dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW hingga 2019.

 

Rini juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan daya saing dan peran BUMN dalam pembangunan nasional melalui kekuatan skala ekonomis dan holdingisasi serta sinergi.

Sinergi BUMN akan meningkatakan efisiensi dan menguatkan BUMN yang satu terhadap BUMN yang lain yang pada akhirnya mampu mendorong kekuatan BUMN untuk mengakselerasi pembangunan proyek-proyek strategis nasional melelaui sebuah pengelolaan yang terintegrasi.

Sinergi BUMN juga membuat BUMN itu lebih tertata secara profesional dan dinamis, bisa mengikuti perkembangan dunia.

“Saya selalu mengajak Direksi-direksi BUMN untuk ikut ke lapangan, untuk secara nyata melihat kondisi masyarakat di pelosok-pelosok daerah. Saya juga menekankan Budaya BUMN sebagai satu keluarga besar korporasi yang dimiliki oleh negara yang berarti juga dimiliki oleh rakyat sehingga BUMN harus memiliki empati kepada bangsa dengan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi" tegas Rini.

Dia akhir paparannya, Menteri Rini mengajak para mahasiswa untuk terus terbuka dan belajar memperisiapkan diri sebagai pemimpin di masa mendatang. Mahasiswa juga diajak untuk terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada untuk menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kita harus terus belajar, tiada hari tanpa belajar. Belajar adalah suatau pekerjaan yang tiada habisnya. Kemampuan yang kita miliki ini harus terus dioptimalkan. Menjadi seorang pemimpin bukan popularitas yang dicari namun bagaimana kemampuan yang kita miliki tersebut bisa kita maksimalkan dan bermanfaat bagi orang lain,” imbuh Rini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by