Menteri PANRB: Pengelolaan Arsip Jadi Indikator Pemerintahan

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 09 Apr 2018, 13:14 WIB
Diperbarui 09 Apr 2018, 13:14 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur
Perbesar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur (Liputan6.com/Switzy Sabadar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, menuturkan, pengelolaan arsip di sebuah negara bisa dijadikan indikator pengelolaan negara tersebut baik atau tidak.

Asman menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat penyerahan penghargaan di bidang kearsipan dari lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan sertifikat Statement of Compliance ISO 15489:2016 Records Management dari Technischer Überwachungs Verein (TÜV SÜD) Singapore, untuk 9 (sembilan) satuan kerja di Bank Indonesia.

“Pengelolaan arsip yang buruk, maka tata kelola pemerintahan juga buruk dan tidak sesuai dengan harapan,” kata Asman di Gedung Bank Indonesia, Senin (9/4/2018).

Hal senada dikatakan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Agus menuturkan, saat ini seluruh pemerintahan di Indonesia belum memiliki sistem kearsipan yang cukup baik. Ada yang baik dan masih ada yang menganggap hal ini satu hal sepele.

Agus mencontohkan, salah satu pengelolaan arsip yang masih kurang adalah di tingkat pemerintah daerah.

"Pengelolaan arsip di pemerintah daerah buruk sekali. Ada pemerintah daerah yang tertib, tapi pemerintah daerah yang baru akibat pemekaran, sistemnya buruk sekali,” ujar Agus.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Tawa Canda Agus Martowardojo Saat Bertemu Gubernur BI Terpilih
Perbesar
Gubernur BI Agus Martowardojo (kanan) bersama Gubernur BI terpilih Perry Warjiyo saat tiba di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/4). Perry Warjito terpilih menjadi Gubernur BI menggantikan Agus Martowardojo. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia menambahkan, pengelolaan arsip di negara lain, kapal dagang, kapal komersial, semua dicatat perjalanannya dan semua diserahkan kepada lembaga arsip.

Agus menyampaikan, keberadaan dokumen yang dijadikan sumber informasi dan referensi maupun dokumen baru yang diciptakan merupakan landasan otentik bagi akuntabilitas pelaksanaan tugas sebuah instansi.

Oleh karena itu, pelestarian arsip perlu dilakukan dengan konsisten dan baik agar jejak langkah institusi dalam membangun kinerja dapat diabadikan, diwariskan, serta dijadikan landasan berpijak yang kuat untuk mewujudkan visinya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur bersama dengan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menyaksikan penyerahan penghargaan di bidang kearsipan yaitu dari Sertifikat tersebut diserahkan kepada Deputi Gubernur BI, Sugeng pada kegiatan Apresiasi Arsip Bank Indonesia, pada Senin, 9 April 2018 di Jakarta.

Perlu diketahui, penghargaan ANRI diberikan kepada BI berkenaan dengan upaya penyelamatan arsip statis bidang perbankan, khususnya pada masa transisi peralihan fungsi pengawasan mikroprudensial bank dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Adapun, Statement of Compliance ISO 15489 Records Management, diberikan kepada BI karena berhasil memenuhi standar internasional di bidang kearsipan. Dengan raihan Statement of Compliance ISO 15489 Records Management di tahun ini, 19 (Sembilan belas) satuan kerja BI telah memenuhi standar internasional di bidang kearsipan. (Yas)

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓