KUR Buat Penggilingan Padi Untungkan Pengusaha dan Konsumen

Oleh Liputan6.com pada 06 Apr 2018, 22:53 WIB
BI Resmi Luncurkan Gerbang Pembayaran Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, rencana pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk pengadaan penggilingan dan dryer kepada Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) akan menguntungkan semua pihak.

Pertama, pengusaha diuntungkan karena memiliki penggilingan dan dryer yang berkualitas. "Kalau ada dryer, itu panen apalagi waktu hujan, itu petani tertolong karena dia kemudian tidak panik menjualnya sedangkan padi masih basah. Karena yang membeli  ada. Itu manfaatnya pengusaha itu punya penggilingan dan punya dryer," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/4).

Kedua, pengusaha akan dihubungkan langsung dengan perum Bulog untuk membeli langsung hasil panen atau produksi pengusaha.  Dengan langkah ini, pemerintah yakin stok Bulog ke depan dapat terjaga. 

"Setelah panen dia dikeringkan, bisa disimpan, bisa juga digiling. Jadi jualnya ke Bulog, tidak harus serta merta tapi kesepakatannya itu akan dijual ke Bulog. Kedua Bulog juga diuntungkan karena dia punya stok lebih banyak," ujar dia.

Sementara itu, bagi konsumen hal ini juga menguntungkan karena beras yang akan dijual lebih berkualitas kerena telah melewati proses penggilingan padi dan pengeringan yang sesuai standar. 

"Konsumen diuntungkan karena gabah lebih bagus kerena ada pengeringnya kalau gabah lebih bagus bisa disimpan. Atau kalau mau langsung digiling, berasnya lebih bagus," tutur dia.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, pemberian KUR akan diberikan kepada pengusaha yang tergolong pengusaha kecil dengan produksi 8 sampai 10 ton perhari. "Penggilingan kecil itu banyak, bisa ribuan. Perusahaan kecil-kecil itu yang kapasitasnya 8 ton sehari 10 ton," kata dia.

 

Reporter: Anggun Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

Pembiayaan Rp 10,6 Triliun buat Sektor Penggilingan Padi

Petani padi yang menerapkan SRI Organik memilih benih sendiri dengan teknik kuno, “nglonggori”, yakni memilih bulir padi terbaik. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Petani padi yang menerapkan SRI Organik memilih benih sendiri dengan teknik kuno, “nglonggori”, yakni memilih bulir padi terbaik. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mangadakan rapat koordinasi terbatas terkait pembiayaan KUR (kredit usaha rakyat) untuk revitalisasi penggilingan padi dan dryer.

Rapat ini dihadiri oleh Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan beberapa perwakilan perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara ([Himbara ] (3187098 "")) antara lain BNI, BRI, serta Mandiri. 

Direktur jaringan dan layanan BRI, Osbal Saragih, mengatakan, pihaknya bersama anggota bank Himbara bakal memberikan pembiayaan pengadaan penggilingan dan dryer melalui kredit usaha rakyat (KUR) untuk Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi). Adapun besaran plafon yang disiapkan untuk sektor itu sebesar Rp 10,6 triliun.

"Ada prospek pembiayaan diberikan ke kita oleh Perpadi, kita siap di lapangan untuk melakukan karena setiap hari kita sudah melakukan hal seperti itu. KUR kita sudah ada plafonnya, Rp 10,6 triliun, dari Rp 120 triliun pembiayaan KUR tahun ini. Rp 10,6 triliun itu khusus untuk yang kecil ya," ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 6 April 2018.

Osbal mengatakan, penyaluran KUR ini sangat dibutuhkan oleh para pengusaha untuk melengkapi kebutuhan penggilingan dan dryer. Sebab, pada beberapa waktu lalu pengusaha sempat mengeluhkan kekurangan dryer saat musim hujan membuat produksi pertanian menurun drastis. 

"Karena melihat kondisi para pengusaha di lapangan bahwa ini ada disebut kebutuhan ini. Kemarin musim panen, kemudian ada musim hujan ada kendala. Lalu mereka menawarkan kita mengelola, bagaimana perbankan bisa terlibat untuk membantu kesulitan ini. Dan Pak Menko (Darmin Nasution) bisa membantu hal itu, mengoordinasikan untuk hal itu," ujar dia.

Namun demikian, Osbal belum dapat menjelaskan lebih lanjut bagaimana skema penyaluran KUR untuk pengusaha pertanian ke depan. Hal tersebut masih akan dikoordinasikan kembali dengan berbagai pihak pada Rabu, 11 April 2018 mendatang di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. 

 "Nanti kita akan lihat, karena kita masih menentukan model. Nanti Perpadi akan mengajukan model 1 dan model 2. Ini masih mencari bentuk. Sedang akan dibentuk tim teknis oleh Pak Menko, dan mungkin hari Rabu kita kumpul lagi," ujar dia.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓