Lewat Sergab 46, BNI dan Pertani Serap Gabah Petani

Oleh Dian Kurniawan pada 06 Apr 2018, 22:37 WIB
Diperbarui 06 Apr 2018, 22:37 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno kunjungan kerja ke Banyuwangi (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Banyuwangi - Program [Serap Gabah ](Program serap gabah (Sergab) dilaksanakan untuk stabilkan harga jual gabah di petani. "")(Sergab) 46 yang digelar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama PT Pertani (Persero) di Jawa Timur, telah mampu menyerap sekitar 700 ton gabah petani dalam waktu kurang dari sebulan terakhir.

Program yang dilaksanakan untuk menstabilkan harga jual gabah di petani ini telah digelar di tujuh kabupaten di Jawa Timur, yaitu di Mojokerto, Madiun, Pasuruan, Jember, Kediri, Jombang, dan Banyuwangi.

Pelaksanaan Program Sergab terkini dilaksanakan Banyuwangi yang secara simbolis diresmikan di Desa Pondok Nongko, Kecamatan, Kabat, Banyuwangi, Jumat (6/4/2018). 

Hadir pada acara ini Menteri BUMN Rini M Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, serta General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo. 

Pada kesempatan ini Rini melakukan kunjungan kerja untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program Serap Gabah BUMN Berbasis Kartu Tani dan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan Murah BUMN.

Program Serap Gabah BUMN ini merupakan kegiatan pembelian gabah langsung dari petani dengan tujuan untuk menjaga stabilitas tingkat harga gabah di tingkat petani.

Pada Program Sergab 46 ini, BNI mengutamakan pembelian gabah pada harga pasar untuk para petani yang telah menjadi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI dan pemegang Kartu Tani BNI. 

Dengan demikian, Program Sergab ini juga akan mengamankan kualitas kredit petani debitur KUR BNI. Pada Program Sergab 46 ini, BNI menjadi penyedia data petani yang layak untuk menjadi prioritas pembelian gabahnya. 

"Lewat program ini, BUMN turun langsung menyerap gabah petani. Ini sebagai upaya agar petani mendapatkan harga gabah yang baik. Dengan begitu, petani bisa mendapatkan penghasilan yang cukup dan bisa menikmati hasil. Sehingga pada akhirnya bisa memberi kesejahteraan bagi petani dan keluarganya," kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sejak serap gabah 46 digelar mulai 20 Maret 2018, BNI dan BUMN pendukung lainnya telah menyerap gabah di Madiun sebanyak 210 ton dari lahan sawah seluas 30 hektar (ha); kemudian di Mojokerto sebanyak 176 ton gabah dari 19,8 ha sawah; dilanjutkan di Pasuruan dengan pembelian sebanyak 175 ton gabah dari 25 ha sawah yang panen. 

Sergab 46 juga menyerap sebanyak 105 ton gabah di Jombang dari 15 ha sawah; kemudian 24 ton gabah di Kediri dari 4 ha sawah; serta 9 ton gabah di Banyuwangi dari sawah seluas 1,3 ha (belum termasuk lahan yang mulai panen hari ini). 

 

Selanjutnya

Menteri BUMN Rini Soemarno saat Panen Raya di Banyuwangi. (Dok Kementerian BUMN)
Perbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno saat Panen Raya di Banyuwangi. (Dok Kementerian BUMN)

Sekretaris Perusahaan BNI Kiryanto menyebutkan, potensi lahan yang akan panen di Banyuwangi mencapai 500 ha. Sekitar 4 ha akan di panen serentak bersamaan dengan kunjungan Menteri BUMN pada hari ini di Desa Pondok Nongko. 

Lahan sawah di Desa Pondok Nongko ini dikelola bersama oleh sekitar 50 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Kedawung. Para petani di kawasan ini telah menerima KUR BNI, yang rata-rata sebesar Rp 9 juta per ha sawah. 

"Area panen di Desa Pondok Nongko ini merupakan contoh lahan pertanian yang baik, antara lain ditunjukkan dengan adanya irigasi teknis yang memadai sehingga mereka dapat panen 3 kali dalam setahun. Kelompok Tani nya pun tergolong adaptif terhadap teknologi baru. Selain itu, tanaman padinya menggunakan varitas IR64 yang secara spesifikasi tahan terhadap hama wereng coklat,” ungkap Kiryanto.

Saat ini, jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Jawa Timur mencapai 870.628 kartu. Kartu Tani ini berperan sebagai sarana pemantau yang dapat menunjukkan lokasi panen dalam rangka penyerapan gabah. Kartu Tani juga menjadi alat pemberian KUR untuk musim tanam berikutnya. 

Penyerapan gabah di tingkat petani oleh BUMN ini menggunakan harga pembelian minimal sebesar harga yang ditetapkan Pemerintah. Sistem pembayaran dilakukan dengan mengkreditkan secara langsung ke rekening petani sesuai dengan kualitas gabah. BUMN Pangan akan melakukan pemrosesan gabah menjadi beras yang selanjutnya dijual ke pasar. 

BNI bekerja sama dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus di Jawa Timur, yaitu PT Pertani (Persero) dan PT Sang Hyang Seri (Persero). Kerja sama juga dilaksanakan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), misalnya untuk Program Sergab46 di Garut, Jawa Barat.

Penyaluran beras tersebut memanfaatkan penyebaran agen-agen bank Himbara sebagai titik-titik penjualan beras kepada masyarakat. Peran perbankan di dalam proses penyaluran beras ini adalah sebagai penyedia data agen bank. 

Perbankan telah melakukan pemetaan titik-titik agen bank yang bergerak pada usaha perdagangan sembako untuk dimanfaatkan sebagai titik penyaluran.

Oleh karena itu, pada kesempatan di Banyuwangi ini, Rini juga mengunjungi salah satu Agen 46 BNI yang bernama Ulin Nuha yang mengelola Toko Intan, di Pasar Rogojampi. Di toko inilah Pertani akan memasok beras yang dioleh dari gabah yang telah dibeli melalui Program Sergab46 di Banyuwangi.  

Dengan pembelian gabah sejak dari petani hingga siap jual dalam bentuk beras di toko inilah pemerintah mengharapkan adanya stabilitas harga hingga di tingkat konsumen terakhir. 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓