KPPU: Impor Daging Sapi Dapat Stabilkan Harga Saat Puasa

Oleh Achmad Sudarno pada 05 Apr 2018, 11:21 WIB
Diperbarui 09 Apr 2018, 17:07 WIB
(Foto:Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai positif langkah pemerintah impor daging sapi dari Brazil dan India selain dari Australia maupun New Zealand. 

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menuturkan, impor daging sapi dari empat negara untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional yang masih tinggi. Selain itu, agar daging sapi bisa turun di bawah harga Rp100 ribu per kilogram (kg) sebelum ibadah puasa  maupun Idul Fitri tahun ini.

"Saya kira ini positif untuk mendorong agar harga sapi di dalam negeri bisa turun. Untuk saat ini, harga daging sapi segar saja di kita masih dikisaran Rp 120 ribu per kg," kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Bogor, seperti ditulis Kamis (5/4/2018).

Menurut catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 21 Maret 2018, harga rata-rata daging sapi nasional di Rp 114.450 per kg. Bahkan, di beberapa daerah, daging sapi telah menembus harga Rp120 ribu per kg. "Harapannya diversifikasi membuat harga daging sapi segar di dalam negeri bisa di bawah Rp 100 ribu per kg," ucap Syarkawi. 

Sementara untuk menekan tingginya harga pangan lainnya selama puasa dan Idul Fitri, KPPU telah mengundang sejumlah pelaku usaha dari hulu hingga hilir. 

"Pelaku usaha telur, ayam potong, beras, gula, minyak goreng sudah kita undang berdiskusi dan kita minta komitmen untuk menjaga kestabilan harga selama ramadan," ujar  Syarkawi.

Apabila pasokan kebutuhan pokok stabil,  ia yakin tidak akan terjadi lonjakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. 

"Kita ingin mengulangi apa yang telah dicapai KPPU pada ramadan dan Idul Fitri tahun kemarin di mana kondisi paling baik dalam 8 tahun terakhir," kata Syarkawi. 

 

 

 

 

2 dari 2 halaman

Daging Sapi Asal Brasil Masuk April 2018

Daging Sapi Mentah
Ilustrasi Foto Daging Sapi (iStockphoto)

Sebelumnya, Pemerintah berencana untuk mendatangkan daging sapi dari Brasil. Hal tersebut sebagai salah satu persiapan guna memenuhi kebutuhan daging saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan, saat ini tim dari Kementan akan berangkat ke Brasil untuk mengecek kondisi sapi dan peternakan di sana. Namun demikian, pada April diharapkan daging tersebut sudah bisa mulai masuk ke Indonesia.

‎"Mudah-mudahan April (masuk), sebelum puasa," ujar dia di Jonggol, Jawa Barat, Kamis 23 Maret 2018.

Untuk segi harga, lanjut Ketut, harga daging sapi Brasil diperkirakan akan sedikit lebih mahal dari daging kerbau India. Namun, lebih murah dibandingkan daging sapi yang diimpor dari Australia.

"Sedikit lebih mahal dari daging kerbau India, tapi tetap di bawah Australia. Kerbau itu kan sampai di sini Rp 65 ribu, sampai di ritel Rp 80 ribu‎ per kg," kata dia.

Namun demikian, Ketut berharap ketika sampai di Indonesia dan masuk pasaran, daging sapi tersebut bisa dijual pada kisaran harga Rp 80 ribu per kg. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan daging sapi yang murah tapi tetap berkualitas.

"Kalau (daging sapi) sampai di sini di ritel Rp 80 ribu saja, harapkan kita terpenuhi masyarakat bisa menikmati daging yang murah dan berkualitas," tandas dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓
5 Rekomendasi Film untuk Temani Selama Work From Home