Harga Minyak Indonesia Naik Jadi USD 61,87 per Barel

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Apr 2018, 12:11 WIB
20151007-Ilustrasi Tambang Minyak

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2018 sebesar USD 61,87 per barel.

Sepert dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas bumi Kementerian ESDM, Rabu (4/4/2018) rata-rata ICP Maret 2018 mencapai USD 61,87 per barel, naik sebesar USD 0,26 per barel dari USD 61,61 per barel. Sedangkan ICP SLC mencapai USD 62,85 per barel, naik sebesar USD 0,54 per barel dari USD 62,31 per barel.

Kenaikan ICP dipicu olah harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional yang naik pada Maret 2018 dibandingkan Februari 2018. Minyak tersebut di antaranya Dated Brent naik sebesar USD 0,71 per barel dari USD 65,19 per barel menjadi USD 65,90 per barel.

Brent (ICE) naik sebesar USD 0,99 per barel dari USD 65,73 per barel menjadi USD 66,72 per barel. WTI (Nymex) naik sebesar USD 0,59 per barel dari USD 62,18 per barel menjadi USD 62,77 per barel. Basket OPEC hingga 28 Maret 2018 naik sebesar USD 0,17 per barel dari USD 63,48 per barel menjadi USD 63,65 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional  diakibatkan oleh beberapa faktor yakni,‎ permintaan minyak mentah global berdasarkan publikasi IEA diperkirakan meningkat sebesar 1,5 juta barel per hari menjadi 99,3 juta barel per hari pada 2018. Permintaan itu meningkat 90 ribu barel per hari dibandingkan dengan laporan bulan sebelumnya.

Berdasarkan publikasi OPEC pada 2018, permintaan minyak dunia diperkirakan naik 1,60 juta barel per hari ke rata-rata 98,63 juta barel per hari, sedikit lebih tinggi dari perkiraan bulan sebelumnya.

 

2 of 2

Selanjutnya

20151007-Ilustrasi Tambang Minyak
Ilustrasi Tambang Minyak (iStock)

Energy Information Administration (EIA) Maret 2018 melaporkan, stok distillate fuel oil Amerika turun sebesar 9 juta barel pada Maret 2018 dibandingkan  Februari 2018 menjadi 129,0 juta barel. 

Stok gasoline Amerika Serikat  Maret 2018 turun sebesar 12,2 juta barel dibandingkan Februari 2018 menjadi 243,5 juta barel. Kondisi ekonomi dunia berdasarkan publikasi OPEC, momentum pertumbuhan yang kuat telah dimulai dari 2017.

Pertumbuhan global secara signifikan naik ke tingkat 3,8 persen untuk 2018 dan 2017 dan masih stabil hingga saat ini. Meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah bahwa berdasarkan informasi dari Reuters 26 Maret 2018 telah terjadi penyerangan Houthi Yaman kepada Arab Saudi pada 26 Maret 2018 dengan melakukan peluncuran rudal ballistiK.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓