Harga Pertalite Makin Mahal, Premium Lenyap

Oleh Septian Deny pada 26 Mar 2018, 16:16 WIB
Diperbarui 26 Mar 2018, 16:16 WIB
20150722-Pertalite Siap Meluncur-Jakarta
Perbesar
Bensin dengan kadar Ron 90 ini akan mulai dijual di beberapa SPBU pada 24 Juli 2015, Jakarta, Rabu (22/7/2015). Peluncuran Pertalite untuk memberikan varian pilihan BBM bagi masyarakat demi menekan konsumsi premium. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) sudah tidak lagi menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Sementara harga Pertalite mengalami kenaikan Rp 200 per liter sejak Sabtu (24/3/2018). 

Dari pantauan Liputan6.com di SPBU di wilayah Terogong, Jakarta Selatan, sudah sejak Januari 2018 tidak lagi menjual Premium. Sebagai gantinya, Pertamina memasok Pertalite ke SPBU tersebut.

"(Premium) Sudah enggak dipasok lagi, diganti Pertalite. Wah sudah lama ‎enggak ada, sudah dari Januari," ujar Rifai, petugas di SPBU tersebut saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurut dia, SPBU di sekitar wilayah tersebut memang sud‎ah jarang yang menjual BBM Premium. Kalaupun masyarakat ingin mengisi kendaraannya dengan BBM RON 88 tersebut, harus mencari di SPBU tertentu.

"Kalau mau nyari paling di daerah Pondok Cabe," kata Rifai. 

Sementara itu, kini harga BBM RON 90, yaitu Pertalite juga telah mengalami kenaikan. Di SPBU di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, harga Pertalite dipatok sebesar Rp 7.800 per liter dari sebelumnya Rp 7.600 per liter. Kenaikannya Rp 200 per liter.

"Pertalite sudah naik, sudah dari Sabtu malam kemarin. Kalau Pertamax belum (naik)," ungkap petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Sementara untuk BBM jenis Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual Rp 10.100 per liter, Pertamax ‎Rp 8.900 per liter, dan Pertamina Dex Rp 10.000 per liter.

2 dari 2 halaman

Pertamina Duga Momen Pilkada Bikin Premium Langka

20150930-Pom Bensin-BBM-SPBU-Jakarta
Perbesar
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Cikini, Jakarta, Rabu (30/9/2015). Menteri ESDM, Sudirman Said menegaskan, awal Oktober tidak ada penurunan atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baik itu bensin premium maupun solar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Pertamina (Persero) angkat bicara mengenai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di sejumlah daerah. Ada beberapa penyebab BBM langka salah satunya karena faktor politik.

Direktur Pemasaran Korporat dan Retail Pertamina ‎M Iskandar menyatakan, untuk di Jawa, karena tidak dalam masuk dalam wilayah penugasan maka tidak bisa disebut mengalami kelangkaan BBM.

Alasannya, Pertamina memang tidak diwajibkan untuk menyalurkan BBM jenis Premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali. 

"Tidak ada kelangkaan. Memang di Jawa tidak ada kewajiban Pertamina jual Premium," kata Iskandar, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada 12 Maret 2018. 

Terkait dengan kelangkaan yang terjadi di Wilayah Riau dan Lampung, Iskandar menyebut, hal tersebut bisa terjadi karena faktor politik. Ada dugaan permainan oknum menjelang ‎pemilihan kepala daerah di wilayah terebut.

"Untuk di Riau mungkin politik, mau Pilkada," ujarnya.

Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Jumali mengakui, salah satu calon kepala daerah di Riau memang memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

‎"Ini mau ada Pilkada, kebetulan salah satu calon itu memang punya SPBU. Saya tidak tahu apakah dihubungkan itu atau enggak ," tuturnya.

Terkait dengan sanksi SPBU‎ yang tidak menjual Premium, Jumali menyerahkan kepada Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), selaku regulator yang mengatur penyaluran BBM penugasan dan bersubsidi.

Lanjutkan Membaca ↓