Bandara Soetta Bakal Punya Jalan Tol Layang Tomang-Cengkareng

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 26 Mar 2018, 10:26 WIB
Diperbarui 28 Mar 2018, 10:13 WIB
20151224-Tol-Bandara-Tangerang-FRS

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) terus meningkatkan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Setelah beroperasinya Kereta Bandara, AP II menggagas pembangunan jalan tol layang (eleveted).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyampaikan usulan ini telah disampaikan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan juga PT Waskita Karya (Persero)Tbk untuk bisa diusulkan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jadi sekarang masih dalam kajian di Kementerian PUPR, mereka nanti yang menentukan apakah ini layak atau tidak. Jadi nanti seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dibangun eleveted dari Tomang hingga depan bandara," kata Awaluddin seperti ditulis Senin (26/3/2018).

Usulan ini dilakukan karena kedepannya Bandara Soetta bakal terus meningkat baik dari jumlah penumpang dan juga pergerakan maskapai.

Diusulkannya eleveted karena pembangunannya lebih cepat dibandingkan harus membuka lahan baru.

"Memang lebih mahal 1 km itu sekitar Rp 300 miliar, cuma ini lebih cepat karena tidak perlu bebaskan lahan karena dibangun di atas Tol Sedyatmo," ungkapnya.

Sebenarnya saat ini juga sedang dibangun jalan tol Kunciran-Cengkareng. PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) sebagai anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah menyelesaikan proyek tersebut.

Pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran-Cengkareng ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018, dan bisa beroperasi penuh di awal 2019.

Jika sudah rampung, jalan tol sepanjang 14,19 km ini akan memudahkan pengendara untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Hingga minggu akhir pada Januari 2018, kemajuan pembangunan konstruksi proyek Jalan Tol Kunciran-Cengkareng ini mencapai angka 7,81 persen. Sedangkan dari aspek pengadaan lahan, proyek ini sudah membebaskan 32,5 persen dari seluruh lahan yang dibutuhkan.

 

2 of 2

1 Juta Pergerakan Pesawat

Bandara Soekarno-Hatta Peringkat 7 Dunia dan No. 2 Asia Pasifik
Nama bandara kebanggan Indonesia Soekarno Hatta kembali mendapatkan pengakuan dunia.

Angkasa Pura II manargetkan pergerakan pesawat pada 2018 mencapai 1 di seluruh bandara yg dikelola AP II.

Selaras dengan target-target yang telah dicanangkan oleh Pemerintah, manajemen AP II telah menjalankan sejumlah program guna mendukung maksimalisasi pengelolaan dan pelayanan bandara.

Adapun pengembangan-pengembangan bandara yang telah dijalankan antara lain revitalisasi Terminal 1 dan 2 serta pembangunan runway 3 Bandara Internasoinal Soekarno Hatta.

Selain itu juga ekspansi kapasitas dan fasilitas Bandara Banyuwangi untuk menjadi bandara internasional, serta pengoperasian Bandara Kertajati yang rencanya akan mulai dioperasikan pada Juni 2018.

Tak hanya melakukan pengembangan pada sektor operasional bandara, manajemen Angkasa Pura II tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima pada pelanggan bandara.

Melalui program airport digital journey experience, Angkasa Pura II mengajak pelanggan bandara untuk dapat menikmati berbagai layanan berbasis digital yang memberikan kemudahan serta kenyamanan selama berada di bandara.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional bandara dan memberikan dampak pada peningkatan kualitas pelayanan sehinga mampu menciptakan impresi yang baik kepada pelanggan bandara. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓