Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Akhir April 2018

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 21 Mar 2018, 12:53 WIB
Diperbarui 23 Mar 2018, 12:13 WIB
Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat. Salah satu titik yang dikunjungi adalah pembangunan tunnel di lokasi yang tidak jauh dari penetapan Stasiun Walini.

Tunnel ini nantinya menjadi titik pembangunan yang membutuhkan waktu dan ketelitian khusus. Di sini menjadi titik utama konstruksi menyeluruh nantinya.

"Jadi tunnel ini nantinya akan memakan waktu pengerjaan yang lama, mungkin bisa mencapai dua tahun. Karena tanah di sini konturnya tidak sekeras yang tunnel halim, jadi butuh kemampuan khusus," kata Rini di Walini, Rabu (21/3/2018).

Dia mengapresiasi seluruh pihak yang sudah terlibat dalam percepatan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Adapun saat ini proses pembebasan lahan telah mencapai 56,5 persen.

Rini mengakui pembebasan lahan ini tidak sesuai target, yakni pada akhir 2016 awal seluruh masalah lahan sudah kelar. Namun dia tetap yakin proyek ini akan terlaksana meski target penyelesaiannya mundur.

"Memang awalnya kita target awal 2019 selesai, tapi kita mohon maaf kalau sedikit lama. Harapannya akhir April lahan selesai dan kita konstruksi secara keseluruhan sehingga pada 2020 bisa commisioning," jelas dia.

Dengan demikian, Rini juga menginginkan pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) bisa ditarik di akhir April. "Kia tidak tarik utang dulu karena pembebasan lahan belum selesai, daripada kita bayar bunga mahal kan," dia menandaskan.

Tonton Video Pilihan Ini:

2 of 2

Kunjungi Walini, Menteri Rini Minta Doa Pembangunan Kereta Cepat

20160909-118 BUMN dan BUMD Ikuti Pameran BUMN di JCC-Jakarta
Model berdiri di samping kereta cepat Jakarta-Bandung saat Indonesia Bussiness and Development Expo 2016 di, Jakarta, Kamis (8/9). PT Kereta Cepat Indonesia-Cina menargetkan pembangunan beroperasi pada 2019. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Walini, Bandung Barat pada Rabu pagi ini. Kunjungannya sekaligus mencanangkan HUT Kementerian BUMN yang ke-20. 

Menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB) dari Stasiun Gambir pukup 05.30 WIB. Rini tiba di Stasiun Maswati di Bandung Barat pada pukul 08.00 WIB.

Setibanya di stasiun, Rini melanjutkan jalan kaki meninjau program padat karya tunai oleh Kementerian BUMN dan beberapa BUMN. Program ini di antaranya pembersihan dan merapikan lingkungan di Walini.

Sesekali Rini menyapa warga Walini, baik yang ada di pinggir jalan ataupun para pekerja padat karya yang sedang membersihkan lingkungan.

"Ayo para Eselon 1 ikut nyangkul, dirut bank juga," perintah Rini sambil memberikan contoh mencangkul tanah, Rabu (21/3/2018).

Di sela-sela membersihkan lingkungan, Rini meminta doa kepada para pekerja mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Mohon doanya ya semoga proyel kereta cepat bisa cepat selesai," ujar dia.

Doa tersebut juga disampaikan Rini di gedung Posyandu yang tidak jauh dari lokasi padat karya. Di posyandu tersebut sudah ada puluhan ibu tumah tangga. 

"Mohon doanya ya ibu-ibu supaya proyek kereta cepat segera teralealisasi. Kalau sudah jadi nanti ekonomi sini juga akan berkembang," ujar Rini.

Kunjungan Rini Soemarno ke Walini juga didampingi para eselon 1 Kementerian BUMN dan sejumlah Direktur Utama BUMN.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by