Pertamina Impor LPG dari Aljazair pada 2019

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 20 Mar 2018, 18:31 WIB
Gas Bumi

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengimpor Liqufied Petroleum Gas (LPG) langsung dari Aljazair mulai 2019, Impor LPG itu, harganya lebih murah dari acuan CP Aramco.

Senior Vice President Integrated Supply Chain PT Pertamina (Persero), Toto Nugroho mengatakan, Pertamina akan membeli langsung LPG dari perusahaan minyak Aljazair Sonatrach‎ untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengadaan LPG tersebut, merupakan hasil pendekatan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Aljazair.

"Kalau Algeria (Aljazair) karena pendekatan Goverment to Goverment, harusnya bisa langsung tinggal kita lihat keekonomian‎," kata Toto, di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Impor LPG langsung dari Aljazair baru bisa dilakukan pada 2019. Toto menjeaskan, impor LG langsung tidak bisa pada 2018, karena perusahaan minyak nasional Aljazair Sonatrach telah mengalokasikannya untuk negara lain.

"Algeria memang eksportir terbesar. Cuma 2018 ini mereka sudah committed, jadi nanti kita coba di 2019 kalau di sana ada ketersediaan dan harga juga bagus," tutur Toto.

 

 

1 of 2

Selanjutnya

Gas Bumi
Ilustrasi Foto Gas Bumi (iStockphoto)

Toto menuturkan, dengan impor langsung tanpa pihak ketiga, harga LPG dari Aljazair bisa jauh lebih murah di bawah harga patokan LPG CP Aramco yang saat ini USD 550 per metrik ton (mt). ‎

Namun, untuk mengimpor langsung, Pertamina harus menyiapkan kapal pengangkut. Lantaran  penjualan langsung LPG menggunakan skema Free On Board atau penawaran hargabarang sampai atas kapal.

"Sekarang ini kondisinya kita tenderkan kita maunya langsung produsen, cuma masalahnya produsen itu maunya hanya FOB. Sementara kapal kita kan belum siap‎," ucap dia.

Toto mengatakan, setiap tahun Pertamina mengimpor 6 juta ton LPG per tahun atau 12 kargo per bulan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, dia belum bisa menyebutkan volume LPG yang akan diimpor dari Aljazair.

"Setiap tahun  kita itu impor sekitar 6 juta ton. Pasti 12 kargo per bulan.  Tapi dari Algeria berapa atau dari mana berapa belum bisa dipastikan," ujar dia.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video