Penurunan Saham Facebook Bawa Wall Street Melemah

Oleh Nurmayanti pada 20 Mar 2018, 05:05 WIB
Diperbarui 22 Mar 2018, 04:13 WIB
Perdagangan Saham dan Bursa

Liputan6.com, New York - Bursa Amerika Serikat (AS) melemah dengan indeks S & P dan Nasdaq mencatat kinerja terburuk dalam lebih dari lima minggu. Ini dipicu kekhawatiran adanya penambahan regulasi bagi perusahaan teknologi besar yang dipelopori penurunan saham Facebook.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 335,6 poin, atau 1,35 persen, menjadi 24.610,91. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 39,09 poin, atau 1,42 persen ke posisi 2.712,92 dan Nasdaq Composite turun 137,74 poin, atau 1,84 persen, menjadi 7.344,24.

Indeks S&P sekali lagi jatuh di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, untuk pertama kalinya sejak awal Maret. Sementara indeks Nasdaq sempat bertambah 2 poin dari posisi 50 hari sebelum kemudian menurun.

Adapun saham Facebook jatuh 6,8 persen, dipicu Chief Executive Mark Zuckerberg yang harus menghadapi panggilan dari anggota parlemen AS dan Eropa untuk menjelaskan terkait kampanye pemilihan Presiden Donald Trump, yang memperoleh akses ke data pada 50 juta pengguna Facebook.

Pasar saham memiliki hari terburuk sejak Maret 2014 dan turun 10,8 persen dari rekor penutupan pada 1 Februari, yang menempatkan saham di wilayah koreksi.

Penurunan Facebook sangat membebani sektor teknologi pada indeks S&P, yang melemah turun 2,11 persen, sedangkan Nasdaq, turun lebih dari 2 persen. Kedua indeks tersebut memiliki kinerja harian terburuk sejak 8 Februari.

"Apa yang menakutkan bagi investor adalah apakah Facebook akan bisa mendapatkan pengiklan untuk membayar data yang mereka bayarkan hari ini," kata Kim Forrest, Manajer Portofolio Senior, Fort Pitt Capital, Pittsburgh.

“Investor tidak hanya khawatir kehilangan iklan dalam DOlar. Mereka juga khawatir perusahaan-perusahaan ini mungkin berada di bawah regulasi yang lebih  berat," dia menambahkan.

 

2 of 2

Jelang Pertemuan The Fed

Perdagangan Saham dan Bursa
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Pasar juga dipengaruhi langkah investor yang berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter dua hari di Federal Reserve AS, yang dimulai pada Selasa.

Pasar percaya the Fed akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan di Rabu. Data Thomson Reuters menunjukkan bahwa pedagang mengharapkan adanya kenaikan suku bunga sebesar seperempat persentase poin menjadi sebuah kepastian.

Investor kini bergulat dengan pertanyaan apakah ekonomi yang membaik dapat menyebabkan kenaikan lebih dari yang diantisipasi.

Adapun indeks industri turun 0,82 persen dengan latar belakang kekhawatiran tentang perang perdagangan global, yang diatur untuk mendominasi pertemuan G20 dua hari di Argentina.

Volume perdagangan kali ini mencapai 6,9 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan 7,2 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait