Garap 100 Ribu Ha Lahan Jagung, Kementan Ajak NU

Oleh Septian Deny pada 19 Mar 2018, 17:36 WIB
Diperbarui 19 Mar 2018, 17:36 WIB
Panen Raya, Petani Tuban Hasilkan 33,7 Ton Jagung
Perbesar
Hamparan ladang jagung saat panen raya di Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3). Panen raya tersebut menghasilkan 33,7 ton jagung. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan pemerintah daerah (pemda) dalam rangka meningkatkan produksi jagung nasional. Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petani khususnya anggota NU di daerah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, kerja sama dengan PBNU ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Pada tahun lalu, Kementan juga menggandeng PBNU untuk mengembangkan produksi cabai.

"Ini kerja sama masuk tahun ke-2, sinergi dengan PBNU, tahun kemarin berhasil. (Tahun lalu) Cabai, sekarang jagung," ujar dia di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Dia menjelaskan, dalam kerja sama ini, Kementan, PBNU dan Pemda akan menyiapkan lahan seluas 100 ribu hektare (ha) untuk dijadikan lahan pertanian jagung. Kementan akan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung program kerjasama ini.

"Tahun ini dilanjutkan 100 ribu ha seluruh Indonesia. Kalau bisa 100 ribu ha Insyaallah bisa menghasilkan 500 ribu ton jagung, nilainya Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun. Itu luar biasa untuk umat. Kita dorong terus kalau perlu kita tingkatkan tahun depan," kata dia.

Menurut Amran, dengan kerja sama semacam ini, selain meningkatkan produksi jagung nasional, juga akan berdampak langsung pada perekonomian umat. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tujuan untuk meningkatkan kesiapan umat mengentaskan kemiskinan," ungkap dia.

 

2 dari 2 halaman

Komoditas Ekspor

Panen Raya, Petani Tuban Hasilkan 33,7 Ton Jagung
Perbesar
Suasana saat petani melakukan panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3). Sebanyak 33,7 ton jagung dihasilkan dari 7,5 hektare atau 4,5 ton per hektare. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, kerja sama semacam ini juga diharapkan mampu mendorong jagung menjadi komoditas ekspor dan menarik investasi di dalam negeri. Sebab, jika produksinya meningkat, maka industri pengolahan jagung juga akan terbangun.

"Kemudian mendorong ekspor. Kalau ingin pertumbuhan ekonomi kita kuat, kita dorong ekspor dan investasi. Salah satu yang kita dorong ini ekspor dan pasti investasi bergerak. Kenapa? Akan berdiri pabrik feedmill (pabrik pakan) di daerah-daerah," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto menyatakan, untuk daerah yang akan dijadikan lahan pertanian jagung, pihaknya masih akan menunggu usulan dari PBNU dan Pemda. Nantinya usulan wilayah tersebut akan diverifikasi kelayakannya untuk ditanami jagung.

"Kami tunggu dari PBNU mereka siapnya berapa. Nanti kita verifikasi yang diusulkan," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait