Kawasan Industri di Gresik Bakal Serap Investasi Rp 83 Triliun

Oleh Septian Deny pada 10 Mar 2018, 19:30 WIB
kawasan industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur.

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur ditargetkan dapat menampung sebanyak 183 industri dari berbagai sektor yang akan menyerap investasi senilai Rp 83,2 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan berdirinya beberapa perusahaan di kawasan industri terpadu tersebut, diyakini mampu membawa efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

"Saat ini, terdapat delapan perusahaan yang sudah berinvestasi. Dua di antaranya telah beroperasi, dua perusahaan lain masih dalam proses pembangunan pabrik, dan sisanya akan mulai pembangunan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/3/2018).

Pembangunan JIIPE merupakan kerja sama antara AKR Corporindo melalui anak usahanya, PT Usaha Era Pratama Nusantara dengan Pelindo III melalui anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia.

Total investasi dalam pembangunan kawasan industri JIIPE ini sebesar Rp 5 triliun sejak 2012, dan akan menambah investasi sekitar Rp 1,3 triliun untuk pengembangan fasilitas dermaga tahap kedua.

Area JIIPE terdiri atas kawasan industri 1.761 hektare (Ha), pelabuhan seluas 400 Ha, dan kawasan pemukiman berkonsep kota mandiri seluas 800 Ha.

Sejumlah industri yang sudah masuk di JIIPE, antara lain pabrik kimia PT Clariant Indonesia, pabrik garam PT UnichemCandi Indonesia, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (Sari Roti), perusahaan pupuk PT Hextar Fertilizer Indonesia, serta perusahaan beton dan kontruksi PT Adhimix Precast Indonesia.

Kawasan industri JIIPE telah diperkuat dengan pembangkit listrik berkapasitas 13 Megawatt sejak November 2017. Selain itu, didukung dengan Water Treatment Plant, jaringan pipa gas yang saat ini sudah terkoneksi dengan pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN), sistem telekomunikasi dengan fiber optik dan internet broadband, serta pelabuhan yang diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dan biaya produksi.

“JIIPE merupakan model kawasan industri generasi ketiga, yaitu kawasan industri yang dilengkapi dengan infra dan suprastruktur yang andal dan terintegrasi seperti adanya pelabuhan, kawasan yang ramah lingkungan, serta inovatif menuju terwujudnya kota industri baru,” jelas Airlangga.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 of 2

Selanjutnya

kawasan industri
(Foto: Wordpress)

Menurut dia, JIIPE sebagai salah satu kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, telah disiapkan beberapa klaster untuk industri berat, industri berbasis kelapa sawit (CPO), industri otomotif, serta industri kecil dan menengah (IKM).

“Jawa Timur merupakan salah satu provinsi berbasis manufaktur, karena industri yang ada mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah sebesar 40 persen, tertinggi setelah Banten dan Jawa Barat,” tutur dia.

Selain menarik investor, lanjut Airlangga, pembangunan kawasan industri diharapkan membawa efek berantai dalam 10 tahun ke depan dan membuka kesempatan lapangan pekerjaan yang cukup banyak. Kawasan industri di Gresik ini ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang, yang diharapkan didominasi dari masyarakat sekitar.

Guna mempercepat pembangunan dan peningkatan daya saing kawasan industri di JIIPE, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah sinergi, terutama dengan Kementerian Perhubungan.

“Pemerintah selalu memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan industri melalui penyediaan infrastruktur sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian,” ungkap dia.

Misalnya, terkait dengan infrastruktur pelabuhan, Terminal Manyar Pelabuhan Gresik yang merupakan bagian dari kawasan industri JIIPE, telah dirancang dengan multipurpose yang mampu memfasilitasi bongkar muat curah kering, curah cair, general cargo dan peti kemas. Terminal Manyar mampu disandari oleh kapal-kapal berukuran besar hingga 100 ribu DWT.

Untuk mendukung beroperasinya kawasan industri JIIPE juga masih dibutuhkan penambahan dan peningkatan beberapa infrastruktur seperti pelebaran Jalan Daendels, penyambungan rel kereta api sepanjang 11 km dari Stasiun Duduk Sampeyan sampai masuk ke lokasi JIIPE, dan diharapkan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar bisa terkoneksi dengan JIIPE.

"Kami mengharapkan kementerian teknis terkait untuk mendukung penambahan dan peningkatan infrastruktur tersebut,” tegas Airlangga.

Beroperasinya kawasan industri JIIPE diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, Jumat 9 Februari 2018, dengan didampingi Menperin Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Presiden Direktur AKR Corporindo Tbk. Haryanto Adikoesoemo, dan Direktur Utama Pelindo III Ari Ashkara.

Lanjutkan Membaca ↓